Dan Garut Pun Mendunia Gegara Kopi

20.675 dibaca
Bupati Garut Koesmayadi saat menyambangi sebuah kedai kopi di kawasan bayongbong Garut, Rabu, 14 Maret 2018. Diakuinya Garut makin mendunia gegara kopinya (BUANA INDONESIA NETWORK/Deden Solihin )

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – “Kopi asal Garut ini unik dan nikmat apalagi disuguhkannya ala ke cafe-cafean, Garut memang mantap….!”, begitu kata Penjabat Bupati Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata, saat menjambangi Mahkota Coffe sebuah kedat kopi di Kampung Gunung Bodas STA, Kecamatan Bayongbong, Garut Rabu, 14 Maret 2018. Pejabat sementara Bupati itu menyambangi sebuah kedai kopi tersebut bersama  para pejabat di Dinas Pertanian Kabupaten Garut kala itu.

Advertisement

Menurut Koesmayadie, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Beni Yoga, kopi asal Garut diakui memang sedang nge-trend, sehingga menjadi incaran negara-negara penikmat kopi.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Koesmayadie sengaja datang ke pengolahan kopi bersama Dinas Pertanian untuk melihat langsung dan mencicipi kopi yang membawa nama Kabupaten Garut semakin harum.

Bahkan dalam upaya menjaga kualitas, bupati berjanji akan berkordinasi langsung dengan Dinas Pertanian Jawa Barat mengenai penyebaran bibit kopi.

Bupati menambahkan, secara geografis, cocok untuk penanaman kopi dengan jenis Rafika, apalagi Arabica, bila ditanam di daerah dataran tinggi sangat baik untuk dimanfaatkan tanaman kopi. Ia mencontohkan, derah yang pantas dan baik, seperti  Gunung Papandayan, Cikuray, Kamojang adalah daerah yang cocok bagi pertumbuh kopi- kopi berkelas bagi para penikmat kopi.

“Mereka akan ketagihan meminum dan membeli lagi,” ujar Bupati  sambil menyeruput kopi hidangan Mahkota Cofee. Kondisi ini, imbuhnya, yang akan membawa perubahan terhadap faktor perekonomian dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) nya.

Bupati mengharapkan, kepada warga masyarakat yang memiliki lahan untuk  memanfaatkannya menjadi kebun kopi atau jeruk, sebagai bentuk konservasi penghijauan dan menghindari urban erotion yang sudah mengancam di berbagai tempat. Kopi dan jeruk juga sudah menjadi ikon Garut ditingkat nasional, apalagi kopi menjadi incaran negara lain.

Sementara itu, Hari Yuniardi,  salah seorang penggagas kopi telah memproduksi berbagai merk yang sudah dikemas melalui kaleng dan plastik, seperti  kopi luwak, wine coffee, java coffee, black coffee, peaberry coffee,  lanang, garut arabica coffee  natural process, honey process dan yellow bourbon.

Menurut Hari, ia bersama  istrinya, Enung, memulai perjalanan dari usaha kecil sampai omzet ratusan juta rupiah dan bisa menghidupi 12 karyawan. Dalam sebulan, ia bisa memproduksi 150-200 kilo kopi (matang), bahannya sendiri diperoleh dari para petani Garut.

Menurutnya, kopi asal garut, meski ada yang tidak bagus asal cara mengolahnya benar, rasanya bakal enak. Bahkan dari pemetikannya hingga pengolahannya akan menghasilkan cita rasa tinggi.

Kopi hasil olahan Hari, kini sudah mendunia dan mendapat dua kali penghargaan tingkat internasional.