

BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA TASIKMALAYA,- Pemerintah Kota Tasikmalaya masih kekurangan sekitar 55 petugas Satpol PP, Linmas dan Damkar. Jumlah itu sesuai perhitungan rasio antara jumlah petugas dengan jumlah penduduk.
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Budy Rachman mengungkapkan, jumlah keseluruhan petugas Satpol PP, Linmas dan Damkar Kota Tasikmalaya ada 158 orang, jumlah itu sudah termasuk petugas administrasi.
Diterangkan Budy, rasio perhitungan saat ini antara petugas lapangan dengan penduduk adalah 10 ribu banding 3. Dimana setiap 10 ribu penduduk dilayani oleh 3 petugas. Jumlah penduduk Kota Tasikmalaya 695 ribu orang dibulatkan 700 ribu orang berarti ideal harus ada petugas sekitar 210 orang.
“Jadi masih kurang. Tapi itu bukan menjadi kendala. Itu merupakan tantangan buat kami untuk tetap eksis menjalankan tugas kami,” ujarnya seusai Upacara Peringatan HUT Satpol PP ke-58, Linmas ke-56, Damkar ke-99 di Lapangan Balekota Tasikmalaya, Selasa 17 April 2018.

Sementara itu itu, 103 petugas non PNS atau non organik di lingkungan Dinas Satpol PP dan Damkar sudah dicover BPJS Ketenagakerjaan.
“Mereka tidak memiliki Taspen, Askes. Kami berpikir mereka perlu ada perlindungan, bukan hanya dengan tameng atau body protector tapi perlindungan secara pribadinya. Karena OPD Satpol PP itu berbeda dengan OPD lain, disaat ada kebakaran mendekati bahaya, saat ada demo petugas Satpol PP PHH itu mendekati bukan menghindar,” tuturnya.
Dengan resiko seperti itu, kata Budy, para petugas perlu dilindungi oleh dua aspek, yakni perlindungan secara perangkat/uniform dan perlindungan insurance/asuransi.
“Alhamdulillah kami sudah melaksanakan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dimana anggota kami, non organik sudah menjadi anggota BPJS mulai ini pertama kali,” ucapnya.









