Pembebasan Lahan Jalan Tol Serang-Panimbang, Warga Butuh Kejelasan Ganti Rugi Lahan

23.856 dibaca
Kades Gombong, Mamad saat berkomentar terkait kejelasan ganti rugi lahan dalam pembebasan lahan Jalan Tol Serang-Panimbang. (BUANA INDONESIA NETWORK/Beni Madsira)


BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Pembebasan lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan tol Serang-Panimbang banyak menemui kendala dilapangan. Pasalnya masyarakat selama ini tidak pernah mendapatkan penjelasan terkait ganti rugi lahan ataupun tanaman milik warga. Salah satunya Desa Gombong Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang. Sempat ramai bahwa Kepala Desa Gombong menolak pembebasan kalau harga pembebasan lahan masyarakat di bawah harga standar.

Kepala Desa Gombong Mamad menegaskan bahwa, pihaknya bukan menolak tetapi ingin atau minta penjelasan yang lebih rinci terkait nilai ganti rugi bagi masyarakat, sementara Tim Apreisal dan Tim pembebasan lahan Jalan Tol tidak menjelaskan kepada masyarakat tentang ganti rugi, kemudian banyak masyarakat yang menunda untuk melakukan penandatanganan.

Advertisement

“Saya selaku Kepala Desa bukan menolak, tetapi saya minta penjelasan kepada tim agar memperjelas harga ganti rugi buat masyarakat saya. Tapi ini kan bukan tidak jadi atau ditolak, cuman masyarakat saya mempending dulu sebelum ada penjelasan yang lebih rinci dari pihak terkait, kan sudah banyak juga warga saya yang tandatangan dan sepakat, jadi hanya sebagian saja yang belum sepakat, tapi nanti ada rapat lagi tim atau pihak yang melaksanakan pembebasan jalan tol sudah siap akan menjelaskan yang lebih rinci kepada masyarakat,” paparnya saat ditemui Reporter Buana Indonesia Network, Selasa 17 April 2018.

“Yang jelas kami tidak akan menolak, kami sangat setuju dengan adanya proyek nasional masuk wilayah kami, yang penting Pemerintah jangan sampai merugikan masyarakat,” tegasnya.

“Adapun katanya kalau masyarakat tetap bersikeras dan akan mendorong ke pengadilan, kan masih banyak jalan toh di undang undang juga ada asas musyawarah asas keadilan, masa pemerintah mau menyengsarakan rakyatnya, tetapi kita sudah dapat penjelasnya, jadi nanti di acara rapat dan sosialisasi minggu depan mereka akan menjelaskan serinci mungkin, dan masyarakat pasti setuju,” ungkap Mamad.

“Kalau dulu kan masyarakat hanya di kasih tau anggaran yang di dapatkan sekian aja, tidak di perinci, misalkan ganti rugi bangunan berapa, pepohonan berapa dan lahan tanah berapa, mereka hanya di kasih tahu anggaran gelondongan saja, jadi masyarakat tidak mengerti, intinya kami warga Desa Gombong siap mendukung proyek nasional ini, demi kemajuan Daerah kami, sekali lagi saya tegaskan saya tidak menolak hanya ingin pihak terkait memberikan penjelasan secara rinci kepada masyarakat saya di Desa Gombong,” pungkasnya.