Menteri Polhukam dan BNPT Klaim Butuh ‘Tempat Baru’ Narapidana Terorisme

15.311 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Suhardi Alius, mengungkapkan bahwa dirinya dan Menko Polhukam (Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan) Wiranto, telah melakukan diskusi terkait tempat baru bagi narapidana terorisme, Sabtu, 10 Februari 2018.

Advertisement

“Kayanya butuh lah, butuh tempat khusus untuk narapidana terorisme. Supaya tidak tersebar, kan susah. Disatukan dalam tempat tertentu mungkin akan lebih gampang kontrolnya, sehingga tidak mudah di infiltrasi (susup), tapi juga di satu sisi gampang ngawasinnya,” ujar Suhardi saat ditemui seusai mengisi kuliah umum di Bandung.

Meskipun sebelumnya telah ada Nusakambangan, tempat yang dikhususkan bagi para narapidana terorisme, namun menurutnya tempat tersebut merupakan solusi sementara, dan juga atas pertimbangan narapidana yang terus bertambah.

“Karena Nusakambangan itu dibuat yang beberapa dikunjungi Pak Menteri kemarin itu. Itu kan untuk kita assessment, siapa yang masuk ke situ, kriterianya apa? Dan itu pun penjagaan khusus tuh, karena di situ kan dianggap yang keras-keras tuh,” tambahnya.

Terkait dengan penangkapan terduga teroris di Indramayu, Suhardi menjelaskan hal tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh Densus 88.

“Gini, saya memberikan kesempatan kepada Densus 88, karena yang di depan kan Densus 88, pasti ada alasan yang di pegang. Nah apakah ia terkait dengan jaringan, contoh saya katakan tadi beberapa bulan lalu ada masalah yang memberangkatkan ke Philipina? Nah apakah ini juga? Berikan kesempatan temen-temen,” tutup Suhardi.

Editor: NA