Pasca Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Pandeglang Takut Melaut

20.026 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG -Sebagian besar nelayan asal Panimbang dan Sumur hingga saat ini masih belum berani melaut. Ini menyusul adanya erupsi anak Gunung Krakatau, di perairan Selat Sunda Jumat, 10 April 2020 kemarin.

Selain masih khawatir dengan kondisi Gunung Anak Krakatau yang kembali aktif,  Rasa trauma akan tsunami yang terjadi beberapa waktu silam masih mereka di rasakan hingga saat ini.

Advertisement

Encep Waas, Ketua Paguyuban Nelayan Kabupaten Pandeglang, membenarkan, Gunung Anak Krakatau kembali aktif bahkan kondisi Gelombang pasang seperti saat ini tidak stabil. Mengakibatkan sejumlah nelayan belum berani melaut.ditambah mereka pun akan mengalami kesulitan untuk memperoleh ikan.

“Melihat kondisi seperti ini, jelas selain masih trauma, juga sangat sulit untuk memperoleh ikan diperairan Selat Sunda pada saat ini,” kata Encep.

Tak mau mengambil resiko, sebagian nelayan terpaksa menghentikan aktifitasnya melaut.

Disebutkan, nelayan yang menjadi korban pada saat itu, karena terjangan gelombang besar saat pasca tsunami beberapa waktu silam. Selain mereka kehilangan kapal juga mata pencaharian.

“Nelayan tidak mau mengambil resiko, rasa takut masih menghantuinya mereka. Karena hal serupa takut terjadi. Mengingat sebelumnya mereka telah banyak kehilangan harta benda dan kerusakan pada kapal-kapal nelayan. ,” Imbuhnya

Encep berharap, Kiranya pemerintah mengalokasikan bantuan alat tangkap untuk nelayan baik dari DAK atau KKP.

Hal senada juga dikatakan Ade Nelayan asal Panimbang. jumlah nelayan yang telah kehilangan perahunya dan menjadi korban akibat terjangan gelombang tsunami. hingga mencapai ratusan kapal nelayan. yang tersebar di pandeglang bagian selatan.

“Walaupun sekarang cuaca sudah lebih baik sebelumnya, namun sebagian nelayan masih ada yang belum bisa melaut. Karena mereka tidak mau mengambil resiko. ,” terangnya.

Ade menambahkan, langkah yang telah diambil pun dengan pihak terkait agar mendapat bantuan, Namun nyatanya hingga saat ini tidak satupun bantuan datang .”pungkas.