
BUANAINDONESIA.COM, BANTEN -Sebanyak 136 Kepala Keluarga warga Desa Girijaya tinggal dirumah tidak layak huni. Kondisi tersebut terjadi karena masih sulitnya mencari matapencaharian sehingga untuk membangun rumah saja kesulitan.
Kepala Desa Girijaya Kecamatan Saketi, Tedi Setiadi mengatakan bahwa dari dulu rumah warga ini sudah diusulkan ke Kemenpera dalam program Bantuan Stimulan Permukiman Sosial (BSPS) namun sampai sekarang belum ada realisasinya.
“Saya heran kenapa program ini tidak pernah direalisasikan padahal sudah masuk usulan musrembangdes dan kecamatan, apa mungkin proposal yang kami ajukan tidak pernah sampai atau memang tidak terprioritaskan, maka harapan saya selaku Kades, agar program RTLH rumah tidak layak huni dari provinsi bisa terealisasi, demi masyarakat, “tegasnya.
Hamid warga Girijaya mengatakan kondisi rumahnya memang sangat mengkhawatirkan karena banyak bagian yang sudah rusak. Dia juga bukan tidak ingin memperbaikinya tapi tidak punya biaya.
“Untuk biaya kebutuhan sehari-hari saja sulit apa lagi untuk memperbaiki rumah. Saya kerja serabutan, oleh karena itu saya berharap bisa dapat bantuan, dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, karena kami juga sering mendengar ada program rumah tidak layak huni, tapi sampai sekarang kami belum pernah mendapatkannya,” katanya.










