Pedagang Pasar Baru Resah Hadapi Pengambilalihan Pengolaan Oleh PD. Pasar

6.194 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG РRibuan pedagang Pasar Baru Kota Bandung saat ini resah atas rencana pengalihan pengelolaan, dari PT. APP saat ini pada PD. Pasar Kota Bandung yg akan terjadi pada  29 Desember 2018.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) hari ini menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak.

Ketua HP2B Kota Bandung, Iwan Suhermawan menyatakan hingga saat ini, calon pengelola pasar baru, yaitu PD. Pasar belum pernah memberikan penjelasan atas rencana pengelolaan yang waktunya sudah sangat dekat.

Menurut Iwan, banyak hal yang harus didiskusikan diantaranya masalah keamanan, kebersihan, parkir dan masalah lainnya, terutama adanya ancaman PHK bagi mereka yg bekerja di sektor itu.

“Kalau saja tgl 29 Desember itu terjadi peralihan, kabarnya peralatan parkir akan dicabut. Lalu bagaimana kejadian esok harinya? apakah langsung ada instalasi peralatan baru? apa mungkin,” tegas iwan.

HP2B menurut Iwan akan menyambut baik siapapun pengelola yang baru, tapi sayangnya PD. Pasar tidak pernah mau diajak berdiskusi mengenai nasib pedagang dan pekerja yang ada di pasar baru.

Kegelisahan saat ini juga mulai muncul, dengan adanya tagihan listrik dari pengelola PT. APP.

“Karena mereka akan segera pergi, nagihnya sekarang. Pedagang yg tidak bayar, listriknya dipadamkan,” jelasnya.

Iwan mengkhawatirkan, minimnya koordinasi dengan PD. Pasar saat ini bisa membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan nasib pedagang di pasar baru dan juga berpotensi menimbulkan gejolak yg bisa merugikan. Iwan mengingatkan, jangan sampai pengelola baru buta akan kondisi pasar baru, misalnya Basement 2 itu posisinya 30 meter di bawah permukaan tanah, membutuhkan perhatian serius.

Kapolsek Andir, Kompol Dadang yang hadir dalam pertemuan menegaskan pihaknya akan memberikan perhatian dan jika dibutuhkan akan menambah perkuatan keamanan untuk menjaga kondusifitas.

Hal itu dilakukan, mengingat sinyalemen yang disampaikan iwan, bahwa sudah ada pihak-pihak ketiga seperti ormas yg masuk ke pasar baru dan berupaya melakulan gangguan.

” Kami juga menyayangkan, mengapa saat ini pihak PD Pasar tidak hadir dalam pertemuan ini,” tegas Kapolsek.

Sebelumnya, HP2B sudah melakukan pertemuan dengan Wakil Walikota Bandung untuk membahas masalah ini. Meski sampai saat ini juga belum ada realisasi. ( Andi Sangkarya )