BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Hari ini Senin 22 Maret 2021, Pemerintah Kabupaten ( Pemkab Garut ) menggelar acara Launching Gerakan Ayo Masuk Sekolah sebagai awal persiapan kembalinya para siswa kembali belajar tatap muka setelah hampir 1 tahun melaksanakan belajar secara daring dan luring ( Pembelajaran melalui Online ). Lauching gerakan ayo masuk sekolah bersamaan dalam apel gabungan setiap hari Senin pagi.
Disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan, launching gerakan ayo masuk sekolah merupakan simulasi awal dimulainya masuk sekolah.
” Meski pembelajaran tatap muka akan diawali setelah hari raya Idul Fitri, namun gerakan untuk masuk sekolah akan di mulai hari ini, sebagai simulasi kesiapan Pemkab Garut dalam melaksanakan sekolah tatap muka nanti” kata Bupati Garut.
Masih kata Bupati, gerakan ayo masuk sekolah ini merupakan gerakan besar dalam perencanaan dimulainya sekolah tatap muka, ini menjadikan kabupaten Garut sebagai kabupaten pertama se Indonesia melaksanakan gerakan ayo masuk sekolah.
” Untuk itu kita melibatkan semua komponen yang ada , kita menugaskan Disdamkar untuk melakukan penyemprotan disinspektan di sekolah – sekolah, kita perbaiki sekolah – sekolah yang mengalami kerusakannya dan lainnya” tegas Bupati Rudy.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong mengatakan pihaknya telah melakukan sterilisasi sekolah melalui program relaksasi BOS (Biaya Operasional Sekolah) selama dua tahun anggaran.
” Kami sudah mensterilisasikan sekolah melalui program relaksasi BOS, jadi selama dua tahun anggaran BOS itu difokuskan untuk kesiapan protokol kesehatan jadi artinya maskernya juga termasuk sarana cuci tangan pakai sabun, termasuk juga disinfektan termasuk yang lainnya,” ucap Totong.
Ia juga berterimakasih kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan yang telah memberi dukungan dengan adanya Gerakan Ayo Masuk Sekolah di Kabupaten Garut.
” Saya sangat berterimakasih kepada pak bupati yang sudah mensupport untuk ada Gerakan Ayo Masuk Sekolah dan ini akan menjadi motivasi bagi kami. Jadi pada prinsipnya sekolah, stakeholder pendidikan yang ada di kami itu sudah mempersiapkan diri,” jelasnya.










