Pemkab Garut Mendapat Kunjungan Aptisi Jabar – Banten

2.176 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah kabupaten Garut menerima kunjungan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia ( Aptisi ) wilayah 4 Jabar – Banten dengan pimpinan rombongan H Edi Yusuf, rombongan di terima Bupati Garut H Rudy Gunawan di Gedung Pameungkang kabupaten Garut, Selasa 14 Januari 2020.

Edi Yusuf mengatakan, kunjungan ke kabupaten Garut saat ini membawa agenda pengabdian kepada masyarakat paguyuba Profesor Lldikti wilayah 4 Jabar – Banten.

” Alhamdulillah kami dapat bertemu dan bertatap muka langsung dengan Bupati Garut H Rudy Gunawan serta berkenan melepas agenda ini” kata Edi Yusuf.

Sementara itu Bupati Garut mengucapkan selamat datang dan berterima kasih kepada Aptisi Wilayah 4 Jabar – Banten yang telah menjadikan kabupaten Garut sebagai sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat paguyuban profesor Lldikti wilayah 4 Jabar – Banten.

” Ini menjadi salah satu angin besar bagi masyarakat Garut yang dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga kabupaten Garut” tutur Bupati Garut H Rudy Gunawan.

Disampaikan Bupati Rudy, kehadiran para guru besar di kabupaten Garut merupakan satu kebahagian bagi Pemkab Garut.

” Tentu ini sangat penting bagi kami, Garut merupakan satu kabupaten yang ajaib pak, ajaibnya itu IPM kami tertinggal jauh terutama IPM Pendidikan, pendidikan kami baru 56, bagaimana meningkatkan IPM melalui fentahelix yang fokus kepada peningkatan Rata – rata Lama Sekolah ( RLS ) yang saat ini 7,5 tahun atau 1 SMP” terangnya.

Tapi sambung Bupati, ada yang ajaib lagi, di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sekarang, Garut mampu mengalahkan 5 kabupaten lain di bidang penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat.

” Meski kita saat ini melesat dalam penurunan angka kemiskinan, namun kita tetap berpatokan kepada IPM” ujarnya.

Satu lagi persoalan di kabupaten Garut lanjut Rudy, terkait lulusan sekolah setiap tahun yang terjadi di kabupaten Garut. Perlu diketahui di Garut setiap tahun ada 28.000 lulusan SMA/SMK atau sederajat, dari semua lulusan itu tidak lebih hanya 7.000 orang yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

” Masih ada 21.000 lulusan yang tidak bisa melanjutkan sekolah, ada yang bekerja, usaha, tetapi yang jelas 21 ribu orang warga Garut setiap tahunnya berhenti dengan berbagai alasan, tentunya ini menjadi persoalan bagi Pemkab Garut, sehingga Pemkab Garut meminta kepada perguruan tinggi yang ada di kabupaten Garut tidak terlalu” harapnya.

Terakhir Bupati berharap, perguruan tinggi memberikan input bagi pemerintah daerah terutama dalam rangka peningkatan IPM kabupaten Garut.

” Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada paguyuban profesor Lldikti wilayah 4 Jabar Banten atas pengabdian kepada masyarakat Garut” pungkasnya.