Pernyataan Berbau Politik MUI Disesalkan Pengamat

7.002 dibaca
Adi Raksanagara

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Sebuah media online memuat pernyataan mengejutkan dari Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, Rafani Achyar, Sekretaris MUI Jawa Barat.

Artikel yang dirilis pada Jumat, 20 Oktober 2017 itu memuat pernyataan Rafani ( Di artikel tersebut tertulis Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat ) yang menilai Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa sebagai calon pemimpin yang layak meneruskan kepemimpinan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Masih dikutip dari media tersebut,  penilaian MUI Jabar terhadap Iwa muncul dari objektivitas atas kiprah Iwa selama mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Cimahi dan Pemprov Jabar.

Advertisement

“Figur Pak Sekda itu memenuhi, mendekati kriteria yang ditetapkan MUI dengan persyaratan yang begitu ketat, kami objektif saja,” tegas Sekretaris MUI Jabar Rafani Ahyar, Jumat, 20 Oktober 2017.

Artikel itupun menuai kritikan dari berbagai pihak. Analis media dan komunikasi Publik, Aliansi Masyarakat Untuk Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Keadilan Hukum Adi Raksanagara menyesalkan pernyataan MUI yang telah masuk kedalam ranah politik

” Kalau memang kutipan wawancara itu benar adanya, kami sangat menyesalkan. Kami menyoroti beberapa bagian dari artikel itu, pertama judul, foto dan isi pemberitaan itu seolah mengarahkan agar publik memilih figur ini. Tapi menggunakan MUI.  Judulnya  kental bernuansa politis. ‘ Restui Maju Ke Pilgub, MUI Nilai Sekda Jabar Layak Jadi Penerus Aher’. Kami garis bawahi kata nilai dan layak. Berarti MUI sebagai lembaga sudah melakukan tahapan – tahapan penilaian ya, membanding figur satu dan yang lain, lalu keluar hasilnya, layak. Itu baru dari judul ya, ” kata Adi

Lebih lanjut Adi mengaku telah membaca dan menyoroti beberapa bagian artikel tersebut. Masih kata dia, jangan sampai penyataan dalam artikel itu menjadi bumerang bagi lembaga se independen MUI

” MUI lembaga yang mewadahi para ulama, zuama dan cendikiawan, membina dan mengayomi kaum muslimin, tapi alangkah indahnya jika MUI tidak membuat statement yang nantinya justru akan memecah belah para ulama yang diwadahinya. Tapi perlu dicatat ya, itu kalau benar – benar MUI yang statement nya,  sesuai artikel itu. Tapi coba dalami lagi, apa pesan yang coba disampaikan oleh si penulis artikel berita itu. Saya kira publik kita sudah sangat cerdas ya. Kita harus jernih melihat ini. MUI juga harus bisa meluruskan pada publik terkait ini agar independensi MUI tetap terjaga,” tambah Adi.