Plt Kadisdik : Empat Cara Penguatan Pendidikan Menuju Garut Taqwa, Maju Dan Sejahtera

25.266 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – GARUT – Hari senin (28 Januari 2019) bertempat di Kantor Korwil Wanaraja, dua Kordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan yakni Korwil Kecamatan Wanaraja dan Korwil Kecamatan Pangatikan lakukan sosialisasi tentang dapodik dan tunjangan profesi guru. Peserta yang hadir adalah guru, operator dan kepala sekolah dari masing – masing sekolah juga pengawas dari dua kecamatan.

Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong, S.Pd, M.Si, dalam sambutan nya, ia lebih mengedepankan memotifasi guru, operator, kepala sekolah juga pengawas, bahwa sekolah itu harus dirawat, dibangun, dibina agar bisa menjalin rasa kebersamaan dan keharmonisan dalam kontek silaturahmi antara guru, kepala sekolah dan pengawas.

Lebih lanjut Totong mengatakan, dengan kebersamaan yang harmonis, agar bisa membangun atau menata sekolah dengan nyaman, enjoy, semangat dan menyenangkan demi mencapai prestasi yang di inginkan yang lebih berkualitas atau yang lebih berkarakter.

” Ada empat cara penguatan pendidikan karakter yang harus dimunculkan untuk semua element, dari mulai guru, kepala sekolah pengawas dan sebagainya, yakni langkah kesatu adalah olah raga, olah pikir, olah hati dan olah rasa, yang kedua pengembangan infrastuktur yang representatif, yang ketiga membangun pencapaian indikator pendidikan IPM baik rata – rata lama sekolah maupun harapan lama sekolah harus ditingkatkan, dan yang keempat adalah tata kelola guru, management guru dan kualitas pembelajaran”.

“Itu yang menjadi target kami yang harus dilakukan dan diperjuangkan untuk mewujudkan Kabupaten Garut menjadi Taqwa, Maju dan Sejahtera”, imbuhnya.

Mengenai persoalan tunjangan propesi guru yang sekarang di sosialisasikan, itu sudah jelas ada mekanismenya, bagi guru yang diberi surat penugasan oleh dinas sebagai pendelegasian dari bupati diikutsertakan atau disarankan untuk mengikuti Program Propesi Guru (PPG), dan ujung – ujung nya untuk mendapatkan tunjangan, tinggal bagaimana guru tersebut mengikuti preetes yang dilaksanakan oleh pusat, kalau guru tersebut lulus mengikutinya berarti tunjangan tersebut menanti.

Maka dari itu, ini harus menjadi motivasi bagi guru dan kepala sekolah untuk lebih meningkatkan kualitasnya, karena suport dari pemerintah sudah ada tinggal bagaimana guru dan kepala sekolah melaksanakan preetes tersebut, karena lulusnya preetes tergantung dari kemampuan guru dan kepala sekolah tersebut, pungkasnya.