Polda Jabar Tangkap Pelaku Jual Beli Baby Lobster

17.607 dibaca
Polda jabar merilis pengungkapan kasus jual beli baby lobster di Markas Polda Jabar, Kamis, 8 Maret 2018

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Dit Polairud Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah menangkap 2 orang pelaku jual beli Baby Lobster (Benur) di Desa Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur. Rencananya Benur tersebut akan dibawa ke Kampung Binuwangun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Lebak Banten, Kamis, 8 Maret 2018.

Advertisement

Dua orang tersangka dalam kasus ini yaitu berinisial A (38) dan R (16), keduanya berasal dari Pandeglang, Banten. Peristiwa ini bermula pada hari Rabu kemarin (7 Maret 2018), Tim Lidik melakukan pemantaun terhadap nelayan Pantai Jayanti yang sedang melakukan aktivitas penangkapan benur.

Sekitar jam 06.00 WIB, Benur hasil tangkapan nelayan tersebut diambil oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya, lalu dibawa ke tempat penampungan atau gudang milik seorang yang belum diketahui namanya.

Sekitar pukul 16.30 WIB, Tim Lidik melihat sebuah mobil berjenis Honda Mobilio warna putlh parkir di depan gudang tersebut. Terpantau dua orang memasukan 1 karung ukuran besar dan 1 kardus ukuran besar ke dalam bagasi mobil yang diduga barang tersebut Benur.

“Sekitar pukul 17.00 WIB melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap barang bawaan mobil tersebut dan menemukan 1 karung dan 1 dus yang berisi beberapa katong plastik yang berisi Benur atau Baby Lobster,” ungkap Humas Polda Jabar, Hari Suprapto.

Polisi berhasil mengumpulkan barang bukti berupa 11.390 ekor baby lobster jenis pasir, 44 ekor baby lobster jenis mutiara. Total 11.343 ekor yang rencananya lobster tersebut akan dibawa ke Lebak Banten.

Modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan cara Benur hasil tangkapan nelayan diambil oleh pengepul di laut dengan berenang menggunakan alat pelampung ban. Selanjutnya Benur tersebut dibawa ke dalam hutan lindung cagar alam Jayanti untuk dilakukan pengepakan. Lalu dibawa lagi ke gudang penampungan dan pada sore hari diambil oleh pengepul yang lebih besar.

Pelaku penyelundupan Benur ini akan dijerat Pasal 88 J0 Pasal 16 ayat (1). Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat (2) huruf M dan N UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 Tahun kurungan penjara dan denda 1,5 miliar rupiah.

Adapun dalam peristiwa ini negara diperkirakan merugi sekitar Rp 1.717.300.000 dengan rincian harga jual Benur 11.390 X 150.000 = Rp 1.708.500.000 untuk Benur jenis pasir dan 44 x 200.000 = Rp 8.800.000 untuk jenis Benur mutiara.