
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Potensi Longsor dan Banjir Bandang di Indonesia pada bulan April 2018 sedikit berkurang jika dibandingkan dengan bulan Februari dan Bulan Maret. Ini berdasarkan Peta Peringatan Potensi Terjadi Gerakan Tanah yang merupakan Overlay Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanahdari Badan Geologi dengan Hasil Prakiraan Curah Hujan dari BMKG
“Potensi terjadinya gerakan tanah di seluruh Indonesia masih mungkin terjadi terutama di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua,” papar Kasbani, kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Selasa, 03 April 2018.
Kasbani menambahkan potensi longsor pada bulan April 2018 cenderung menurun, namun masyarakat dan pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan.
Dimana longsor yang terjadi pada saat bukan musim penghujan ini menyebabkan masyarakat kurang waspada karena hujan sudah tidak ada dan beraktivitas normal seperti berkebun atau kesawah.
“Masyarakat yang tinggal di bawah atau pada lereng terjal, di daerah aliran sungai atau sepadan sungai harus senantiasa waspada terhadap ancaman longsoran pada saat hujan dan tidak hujan, serta mengenal tanda-tanda awal sebelum longsor,” jelasnya.
Tanda-tanda awal longsor ini umumnya muncul retakan pada lereng, beberapa pohon atau tiang listrik sudah mulai miring, tiba-tiba muncul rembesan pada lereng, runtuhan batu kecil mulai terjadi, terjad pembendungan sungai atau air sungai tiba-tiba tidak mengalir, dan lereng tiba-tiba mengembung.
“Kearifan lokal seperti ini perlu lebih ditingkatkan lagi mengingat korban akibat bencana longsor masih tinggi. Jika mengenali tanda-tanda awal longsor tersebut sebaiknya mengungsi dulu atau menjauhi lereng,” ungkap Kasbani.











