Puti Maju Sebagai Kandidat Balon Gubernur Jabar Dari PDI Perjuangan

23.849 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Kantor DPD Partai PDI Perjuangan Jawa Barat kedatangan Puti Guntur Soekarno. Kedatangan cucu presiden Indonesia pertama itu menyiratkan keseriusan trah Soekarno dalam merebut kursi kekuasaan di Jawa Barat. Diantar sang suami,  Joy Kameron, Puti pada selasa, 6 Juni 2017 sore mendaftarkan diri ke Partai PDI Perjuangan untuk ikut serta dalam penjaringan kandidat calon Gubernur Jawa Barat 2018 – 2023 dari partai tersebut.

Dalam keterangan persnya Puti menuturkan, bahwa dirinya mendaftarkan diri sebagai Balon Gubernur dari Partai PDIP sebagai kader partai yang sudah lama.

Advertisement

” Apapun itu nantinya kami akan mengikuti mekanisme partai dan kembali kepada Ketua Umum PDIP. Selain itu juga mendaftarkan diri ke PDIP sejarah sekaligus mengenang lahirnya Bung Karno  6 Juni sebagai putra pejuang di Negara Indonesia, ” kata dia

Lebih lanjut putri sulung Guntur Soekarnoputra itu mengatakan, dengan langkah ini dirinya ingin mengikuti jejak sang kakek

” Motivasi maju di Jabar ini ingin mengikuti jejak langkah sang kakek sebagai presiden pertama Soekarno. itu juga tentunya sebagai kader partai harus sudah punya pengabdian kepada masyarakat   dengan mendaftarkan diri maju di Pilgub Jabar pada 2018,” kata  wanita bernama lengkap Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri ini

Sambung Puti, sebagai kader itu tetap harus optimis kendati tetap harus mengembalikan seluruh keputusan pada ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno putri yang tak lain adalah adik dari ayah Puti.

” Semuanya kami serahkan kepada ketua umum. Jawa Barat sebagai penentu dalam berpolitik juga  barometer konstalasi politik di Indonesia itu sangat penting. Jabar memiliki kemampuan meningkatkan ketahanan bangsa juga sumber daya manusia seperti, infrastruktur, ekonomi, budaya dan lainnya,” jelas Puti.

Puti mengaku dirinya tak ingin banyak berandai -andai dimana kelak dirinya diposisikan

” Apakah di nomor dua atau satu dan pasangan siapa nantinya itu juga partai yang memutuskan, ” ucap wanita kelahiran Jakarta, 26 Juni 1971 ini.