
BUANAINDONESIA.COM, JABAR – Siapa yang tidak tahu peristiwa Bandung Lautan Api, namun apakah anda pernah mendengar SDN Asmi ? . Sekolah ini tidak bisa diabaikan begitu saja dari peristiwa bersejarah ini. Tim Buana Indonesia caba menyusuri cerita dibalik gedung bersejarah ini.
Wakasek SDN Asmi Drs Akhmad Mamad, MM.Pd mengatakan pengalamannya selama bertugas di sekolah ini
” Tiap tahun kita peringati BLA , seperti kemarin dari heritage dapat bantuan rehab. perhatian. Atap, genting sempat direhab. Pintu jendela utuh. ini situs kan tidak boleh dirubah, “
Akhmad juga menuturkan siswa di SDN Asmi ini mulai diberikan pengenalan sejarah gedung ini
” pengenalan sejarah . SD Asmi ini harus ikut jaga kelestarian situs ini.mereka dengan kesadaran sendiri ikut menjaga. yang saya tau ini bangunan sangat bersejarah, kalau gak salah bekas rumah sakit, ” kata dia
Akhmad juga menceritakan sebelumnya gedung ini kurang terawat
” Dulu mah parah banget, cenderung tidak terjaga. sekarang mah kondusif. setidaknya bisa terjaga dengan baik. Paling karena kurang fasilitas bermain ya, kadang kesini. main bola. Asalnya ada ruangan tidak terpakai, atap ambrol, kalau sekarang alhamdulillah, perhatian pemerintah sangat baik, ” ucapnya

Selain cerita sejarah gedung ini, ternyata gedung ini juga meninggalkan cerita yang bagi sebagian orang tidak masuk nalar,
” Pernah saya alami piano pernah berbunyi sendiri. Waktu itu saya masih nge print disatu ruangan, baru saja ngeprint 2 lembar, waktu itu sore. pernah Absen kehadiran elektronik bunyi sendiri, sudah 2 kali . pernah juga ada anak ijin makan dikelas, keliatannya ada guru lagi nulis, pas diliat lagi gak ada, ” kata Akhmad
Selain Akhmad, Yeti, salah satu guru juga pernah mengalami serupa
” Pernah waktu itu ada siswa yang alami. Dia melihat Ibu kepsek sedang menulis diruangannya. lalu dia tanya ibu kepsek, ‘ belum pulang bu?’ tapi bu kepsek hanya menjawab singkat ‘iya’. Lalu siswa itu keluar, tidak lama dia melihat bu Kepsek baru datang. Dia cerita itu. Kalau saya pernah alami sendiri meja bergerak sendiri. pernah juga anak saya kan nikah disini, yang pasang tenda kesurupan. Temen ibu dulu liat penampakan tentara belanda. ” kata guru yang sejak tahun 1987 mengajar di SDN Asmi.
Yeti berharap ada pihak-pihak yang sesekali datang ke sekolah lalu memberikan materi soal sejarah situs bersejarah ini
” Sebenarnya saya juga mau ada yang mengerti sejarah datang kesini memberi pengetahuan sejarah tentang bangunan ini jadi anak-anak tau” kata Yeti
Gedung di Jalan Asmi ini pernah dijadikan markas pemuda Pesindo dan BBRI. Dahulu Bangunan tahun 1941 itu, terpaksa dikosongkan setelah keluar ultimatum terakhir Tentara Sekutu. Bersama dengan laskar perjuangan lainnya, warga kota Bandung harus ditinggalkan sampai sejauh 11 kilometer dari pusat kota. Akan tetapi sebelum ditinggalkan mengungsi, bangunan-bangunan di kota Bandung dibakar para pejuang. Malam itu, tanggal 24 Maret 1946, api menyala dimana-mana. Kota Bandung menjadi lautan api, sebuah peristiwa yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Peristiwa Bandung Lautan Api.










