Rapat Persiapan DOB Gatra Di Gelar Hari Ini Di Kecamatan Cibatu

9.282 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bertempat di aula Kec. Cibatu, Jumat, 28 Febuari 2020, telah dilaksanakan sosialisasi pembentukan DOB Kab. Limbangan yang dihadiri oleh H. Holil Aksan Umarzen (Ketum KPP DOB Limbangan), H. Deden Sopian selaku anggota DPRD Garut Dapil 2, Nurdin Yana Asda 1, Camat dan Muspika Cibatu, para Kades dan BPD se-Kec. Cibatu.

Dalam amanatnya, H. Deden Sopian anggota DPRD Garut dari Fraksi Golkar mengatakan, bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memudahkan pelayanan public harus melalui pemekaran kabuaten  Garut.

Advertisement

” Saya sudah banyak mengikuti perkembangan tentang pembangunan di garut tapi tetap statusnya sebagai daerah tertinggal di jawa barat. Saya sudah mendampingi bupati garut sebanyak 4 bupati, mulai dari Bupati Agus Supriadi, Memo Hermawan, Aceng Fikri, Agus Hamdani dan sekarang Bupati Rudy Gunawan.” Ucapnya.

Tapi kata Deden yang juga menjabat sebagai Ketua SOKSI Garut, Sampai sekarang tetap Garut di cap sebagai daerah tertinggal, garut masuk 3 besar paling bawah di jawa barat.

” Saya sudah study banding ke beberapa daerah, eh Garut malah kalah oleh Pangandaran yang baru lahir, malah sudah masuk ke rangking 17, untuk itu solusinya Garut harus dimekarkan menjadi 3 Daerah, (Kab. Garut, Kab. Garsel dan Kab. Limbangan). Tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan anggota Komisi 1 DPRD Garut bahwa untuk membangun suatu daerah perlu anggaran yang besar, jumlah penduduk garut ada 2.7 juta dengan 42 Kecamatan, jadi sangat berat untuk bisa meningkat IPM nya.

” Berbeda kalau  Garut dimekarkan jadi 3 DOB, perbandingan anggarannya akan berbeda jauh, bantuan DAU nya jadi 3 kali lipat dari sekarang, sepertihalnya suatu desa yang jumlah RWnya banyak dan sedikit akan tetap menerima ADD dari pusat diatas 1 Milyar lebih. Demikian dengan Kab. Garut kalau dimekarkan akan banyak DAU yang diterima. Ungkapnya penuh diplomasi.

Manfaat lain dari pemekaran adalah dapat meningkatkan keamanan, Kota banjar ada 5 kecamatan di pimpin oleh 1 orang AKBP, Garut dengan 42 Kecamatan di pimpin 1 orang AKBP, Pasti bakal kewalahan, MUI tidak bisa membina dengan sempurna kepada umatnya, bupati juga sama tidak melakukan pembinaan secara rutin karena terkendala letak wilayah yang berjauhan, sekda kudu nyatet administrasi sebanyak 42 kecamatan, tapi kalau ada 3 Kabupaten maka akan banyak manfaatnya, sekdanya bakal ada 3, Bupati dan Wabup nya ada 3, akan banyak membutuhkan Kadis, Kemenag, Kejari, PN dan tentunya anggota DPRD nya bakal ada 150 orang.

Sementara itu H. Holil Aksan Umarzen selaku Ketum KPP DOB Limbangan mengatakan bahwa yang menjadi pengurus di KPP adaalah banyak dari Cibatu, ini menjadi Penyemangat untuk kami dalam bekerja, para pejuang DOB Limbangan dari cibatu, ada Aep, Uu, Dede Nurochim dan para wartawan cibatu yang sering mempublikasikannya ke media online. Ungkapnya penuh diplomasi.

Sejarah Limbangan dulu dibawah pimpinan sunan cipancar seorang ulama dan kemudian di tetapkan oleh sunan gunung djati jadi nama limbangan, lahirlah ulama dan umaro dalam proses pendirian Kab. Garut 207 tahun yang lalu, KPP DOB Limbangan di dorong penuh ku para ulama dalam pengusungannya, maka untuk mengingatkan sejarah kami mengusulkan untuk nama kabupaten dan pusat ibu kotanya di Wilyah Kecamatan Limbungan. Sahutnya yang disambut setuju oleh para hadirin yang hadir di aula Kec. Cibatu.

Nurdin selaku Asda 1 menjelaskan tentang Persyaratan Pembentukan Daerah Persiapan Kab. Limbangan, terdiri dari Persyaratan Dasar dan adminitrasi, intinya bahwa untuk pengusulan Pembentukan Daerah Persiapan Kab. Limbangan harus ada Musdes yang di tanda tangani oleh Kepala Desa dan BPD, Persetujuan bersama DPRD JABAR dengan Bupati serta persetujuan bersama antara DPRD Provinsi Jawa Barat dengan Gubernur Jabar. Ujarnya singkat dan padat. (**)