Sakit Nenek Fatonah ini Membawanya Bertemu Keluarga Yang Kehilangan Belasan Tahun

15.078 dibaca
Sakit Nenek Patonah ini Membawanya Bertemu Keluarga Yang Kehilangan Belasan Tahun
Nenek Fatonah saat dijemput pihak keluarga diwakili Moch Bajuri, anak ketiganya, Bambang Iswodo, menantu putri pertamanya dengan didampingi Drs, Bambang Kuncoro, Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Jawa Timur. Kamis (29/06/17)sekitar pukul 15.30 wib.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BEKASI – Dibakik Sakit Nenek Fatonah (71), sapaan akrabnya Bude, warga yang hidup dan tinggal sebatang kara ngemper di tanah Milik Manol Warga kampung Babelan RT 015/003, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, nampaknya mengandung kebaikan, sebab dari sakitnya itu akhirnya dapat bertemu dan berkumpul dengan keluarga yang telah kehilangan selama belasan tahun.

Baca: Keadaan Nenek Fathonah Makin Memprihatinkan, Pemerintah Setempat Acuh?.

Advertisement

Bude Fatonah pun akhirnya dijemput pihak keluarga diwakili Moch Bajuri, anak ketiganya, Bambang Iswodo, menantu putri pertamanya dengan didampingi Drs, Bambang Kuncoro, Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Jawa Timur Kamis (29/06/17)sekitar pukul 15.30 wib.

Pertemuan sekaligus penjemputan Bude Patonah itu berawal dari keperdulian dari seorang pemuda bernama Feri (32) yang tinggal bersebelahan dengan tempat tinggal budhe, melihat kondisi bude feri berinisiatif mencari tahu keberadaan keluarganya dengan cara menyebar luaskan berita terkait nenek Fatonah ke beberapa media online di Kabupaten Bekasi.

Kekuatan sosial media ternyata memang berdampak baik, usaha menyebar luaskan berita akhirnya membuahkan hasil. tiba-tiba ada seorang yang secara kebetulan warga kota Batu, bernama Zaenul Arifin merespon berita tentang nenek Fatonah di salah satu  akun sosmed Ira Yusup (46), seseorang Relawan Literasi Asal Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

Zainul Arifin, Warga Kota Batu yang juga Ketua Umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu. merasa terenyuh atas berita tersebut. Kemudian langsung memberitahukan berita tersebut ke Walikota dan Dinas Sosial Kota Batu, agar menyisir keluarga Siti Fatonah di Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Tidak berselang Feri kemudian  dihubungi, Ira warga Bekasi lainya bahwa pihak keluarga  Bude Patonah akan menjemput dari Kota Batu. Sehari kemudian Pertemuan antara Ibu dan anak ini pun akhirnya terlaksana.

Moch Bajuri, Sambil menahan isak tangis mengatakan, dirinya memang telah berpisah dengan Ibunya selama 20 tahun.

“Saat ini, anak saya yang pertama sudah berumur 20 tahun, memang sejak lahir dia belum pernah sekalipun melihat sosok Neneknya itu, ” ujar Bajuri penuh Haru.

Sementara itu, Drs. Bambang Kuncoro, Kepala Dinas Sosial Kota Batu menuturkan, pertemuan ini adalah silaturahmi luar biasa serta bentuk betapa pedulinya Pemkot Batu terhadap Permasalahan Sosial warga Kota Batu.

“Sudah menjadi tugas saya sebagai pelayan masyarakat menjembatani permasalahan sosial meski masih dalan suasana libur masal nasional. Sampai detik ini, kami belum berhasil kontak dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi. Untuk itu saya khususnya bersama keluarga Siti Fatonah berinisiatif menjemput beliau agar bisa dievakuasi ke Kota Batu secepatnya,” Ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 29/6/2017.

Lanjut Bambang, dirinya atas nama pemerintah kota batu mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat membantu upaya kepulangan ibu Fatonah.

Bambang Iswondo, suami dari putri pertama Siti Fatonah juga menambahkan, bahwa atas nama keluarga, mengucapkan banyak berterimakasih atas kebaikan warga desa Babelan Kota yang telah mau ‘direpotkan’ ibundanya selama belasan tahun menetap.

“Kami juga meminta maaf jika ada kesalahan yang disengaja maupun tidak selama ibu menetap bersama warga” timpalnya.