Setelah Penantian Panjang, SD 4 Bayongbong Kini Berubah

16.286 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – SDN 4 Bayongbong yang berlokasi di kampung Sukasari Desa Bayongbong Garut berdiri sejak tahun 1973, pada tanggal 27 Januari 2019 yang lalu satu bangunan ruang kelas mengalami ambruk akibat hujan deras. Ditambah tiga ruang kelas lainnya sudah hampir empat tahun tidak dapat dipergunakan kegiatan belajar karena kondisinya sudah rusak total, bahkan dua ruang kelas masih beratap asbes.

Dari enam ruang kelas yang dimiliki SDN 4 Bayongbong, hanya tersisa dua ruang kelas yang dapat difungsikan kegiatan belajar mengajar. Tentu saja kondisi prasarana tersebut sangat mengganggu keberlangsungan pembelajaran.

Advertisement

Kepada media, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Bayongbong, Fahrudin, S.Pd pada Rabu malam 29 Januari 2020 menuturkan, upaya memperbaiki empat lokal ruang kelas nyaris menemui jalan buntu ketika pada tahun anggaran 2019, SDN 4 Bayongbong tidak terdaftar sebagai sekolah penerima bantuan Rehabilitasi dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diterima nya malah Pembangunan Jamban.

” Kami terutama kepala dan komite sekolah sudah pada tingkat prustasi. Bagaimana tidak, SDN 4 Bayongbong hanya bisa menggunakan dua ruang kelas untuk pembelajaran, sementara bantuan yang diterima dari DAK Fisik berupa jamban, ujar Fahrudin.

SD 4 Bayongbong ketika belum mendapat bantuan rehab

Namun, alhamdulillah setelah melalui proses yang melelahkan sejak awal Februari 2019, dari pengajuan kepada beberapa perusahaan, terutama BUMN. Ada harapan ketika pada sekitar pertengahan bulan Juni 2019 datang Tim Survey dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) meninjau bangunan SDN 4 Bayongbong. Kalau tidak salah, malam hari tim dari PT, SMI bersama Pa Kasi SarPras SD meninjau ke sekolah.

Lebih lanjut, Fahrudin menuturkan bahwa upaya yang sejak awal dilakukan oleh Kasi sarana Prasarana SD Disdik Garut tersebut menghasilkan kesepakatan kerjasama atau MoU antara SDN 4 Bayongbong dengan PT. SMI yang ditandatangani kedua belah pihak pada bulan Juli 2019, untuk melakukan rehabilitasi bangunan sekolah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nilai bantuan sebesar 180 juta yang akan dicairkan dua tahap.

” Tahap pertama pencairan pada pertengahan bulan agustus, dan pihak sekolah dengan Komite nya langsung melakukan kegiatan rehabilitasi ruang kelas. Dan alhamdulillah, diawal desember kegiatan rehabilitasi sudah selesai, dana CSR pun cair 100%, jika tidak ada halangan, insha Allah besok (kamis, 30-01-2020) dari Direksi PT, Sarana Multi Infrastruktur akan hadir ke sekolah untuk melaksanakan peresmian bangunan bersama Kepala Dinas Pendidikan, ujar Fahrudin.

Menurut Fahrudin, saat ini SDN 4 Bayongbong sudah bisa melaksanakan pembelajaran secara normal. Ruang kelas sudah lengkap dan bagus, serta memiliki jamban baru. Hanya tinggal proses transisi, dimana ketika hampir satu tahun siswa tidak dapat melakukan kegiatan pembelajaran, sementara dititipkan dibeberapa sekolah terdekat, termasuk juga gurunya.

” Kami atas nama masyarakat kampung Sukasari dan sekitarnya, atas nama SDN 4 Bayongbong mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai BUMN yang sangat peduli dengan pendidikan di Kabupaten Garut, khususnya di kecamatan Bayongbong. Tanpa bantuan CSR dari PT. SMI mungkin sekolah ini sudah bubar dan anak-anak di kampung Sukasari harus sekolah ke SD yang jarak tempunya lebih dari 4 KM” pungkasnya.