Sosok Pemimpin Jabar Diharapkan Seorang Petarung

16.862 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017, Gerakan Mahasiswa 77-78 menyelenggarakan Dialog Nasional Memilah dan Memilih Jawa Barat Hiji, dengan tema “Jabar Hiji Anu Pinilih Tur Masagi”, Hotel El Royale Jl. Merdeka Bandung, Selasa 31 Oktober 2017.

Advertisement

Subur Dwiono selaku ketua pelaksana dalam sambutannya menyampaikan harapan dan keprihatinannya terhadap Jawa Barat sekarang.

” Hal yang memprihatinkan saat ini, diakui terjadinya realitas jati ka silih ku junti yang secara objektif merupakan sebuah pengakuan bahwa orang Jawa Barat tidak punya strategi dan objektif untuk meraih eksistensi yang optimal di tanahnya sendiri, kalah bersaing, tidak punya posisi tawar. Oleh karena itu dalam agenda ini diharapkan dapat menggali gagasan para ahli cerdik cendikia bersanding dengan keinginan rakyat juga menemukan parameter pemimpin untuk Jabar kedepan,” Kata Subur.

Sementara itu, Asisten Pemeritahan dan Kesejahteraan Rakyat, Koesmayadie Tatang Padmadinata mengungkapkan gambaran umum pra pilkada serentak Jawa Barat tahun 2018.

“AMJ Gubernur Jabar periode 2013-2018 akan berakhir pada 13 Juni 2018, sehingga akan dibutuhkan Pejabat Gubernur, dan jumlah DPT berdasarkan DPT pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota di Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan jumlah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Provinsi Jawa Barat tahun 2014 adalah 32.809.057 dan angka partisipasinya 63,85%, sumber data kpu,” ungkap Koesmayadie.

Dikesempatan yang sama, tokoh Jabar, M. Didi Turmudzi memaparkan, sosok pemimpin Jawa Barat yang diharapkan adalah sosok petarung

“Sosok yang layak menjadi pemimpin adalah sosok petarung yang bisa mempertahankan aset juga kelangsuggan hidup Jawa Barat,” jelasnya.