BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program strategis pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak usia sekolah.
Program ini kini mulai diterapkan di wilayah Sukamaju, Kecamatan Cilawu Garut dengan segera dioperasionalkan nya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) Sukamaju melalui Yayasan Abraham Bhakti Nusantara.
Kehadiran program ini menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya dalam membangun fondasi generasi emas Indonesia di masa mendatang.
Zahra Nur Amira selaku Ketua Yayasan Abraham Bhakti Nusantata salah satu pelaksana program Makan Bergizi Gratos di Kabupaten Garut menjelaskan bahwa tujuan utama keterlibatan mereka adalah memperluas jangkauan layanan gizi, terutama di wilayah Sukamaju yang sebelumnya belum memiliki SPPD (Sistem Penyediaan Pangan dan Distribusi) sebagai penunjang layanan kebutuhan gizi anak sekolah. Dengan hadirnya fasilitas ini, sekolah-sekolah di wilayah Sukamaju dan sekitarnya dapat memperoleh layanan penyediaan makanan bergizi secara terstandar.
“ Program ini sangat strategis dan penting untuk mempersiapkan generasi emas. Semua harus dimulai dari pola makan yang benar, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak sekolah. Karena itu kami hadir di Sukamaju untuk memastikan layanan ini dapat dirasakan oleh seluruh penerima manfaat,” ujarnya. Minggu 23 November 2025.
Pelaksanaan layanan direncanakan mulai berjalan pada hari Selasa mendatang. Untuk menjaga standar kualitas, seluruh koki telah disiapkan dan dibekali sertifikasi resmi dari BNSP. Selain itu, proses pengadaan bahan baku hingga pengolahan makanan diwajibkan mengikuti SOP ketat yang telah ditetapkan. Setiap pemasok (supplier) juga harus memenuhi standar keamanan pangan agar kualitas nutrisi tetap terjamin.
“ Kami pastikan semua sesuai SOP agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses masak, hingga distribusi—semua diawasi dengan ketat,” tambahnya.
Program ini menargetkan lebih dari 2.000 penerima manfaat, yang terdiri dari:
2.200 anak sekolah di SD Negeri Sukamaju 1, 2, 3, 4, SD Mekarsari, dan SD Sukamurni, 500 balita yang terdata sebagai penerima layanan khusus gizi.
Selain itu, sekitar 40–45 tenaga kerja lokal dilibatkan dalam pelaksanaan program, sehingga selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Dalam acara sosialisasi yang dihadiri para tokoh pendidikan, pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para kepala sekolah yang menerima program dengan antusias. Banyak sekolah yang telah menantikan program ini sejak Juli lalu.
“ Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dan dukungan semua pihak, khususnya para kepala sekolah. Program ini adalah kebutuhan mendesak yang telah dinantikan sejak lama,” ucapnya.
Dalam tahap persiapan, penyelenggara juga memastikan fasilitas pendukung, termasuk kelayakan air, telah diuji melalui pemeriksaan laboratorium sehingga dinyatakan aman untuk digunakan selama proses pengolahan makanan.
Dengan kesiapan infrastruktur, SDM, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, program strategis peningkatan gizi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menekan risiko gizi buruk, meningkatkan kualitas kesehatan anak, dan memperkuat fondasi pembangunan manusia di masa depan. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas cakupan program serupa ke lebih banyak wilayah, sebagai langkah menuju terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045.










