Staf Kepresiden Ke Batujajar. Ini yang Disampaikannya

38.673 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, CIMAHI – Pada tanggal 07 nopember 2017 PT. Agility Internasional sebagai pusat logistik berikat mendapat kunjungan kerja dari kantor staf presiden (KSP). Hadir senior advisor KSP  Andi widjajanto dan Deputi V ( Bidang kajian dan pengelolaan Isu-Isu Politik, Hukum, Hankam dan HAM ). 

Pemerintah berupaya menjadikan Indonesia sebagai pusat distribusi logistik nasional maupun internasional yang murah dan efisien untuk mendukung pertumbuhan industri dalam negeri. Guna merealisasikan ambisi tersebut, pemerintah meningkatkan kinerja logistik Indonesia ditandai dengan penetapan Pusat Logistik Berikat (PLB) di seluruh Indonesia. Atas dasar keputusan menteri keuangan nomor 1458/KM.4/2017 tanggal 22 juni 2017 Direktorat bea dan cukai menetapkan PT. Agility Internasional lokasi III sebagai salah pengusaha logistik berikat dengan komoditi tekstil, benang plastik dan pendukungnya yang berlokasi di jalan Raya batujajar km 3,3 desa Giri Asih, kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat berada dikawasan Jawa barat dan diawasi oleh kantor bea cukai Bandung. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan daya saing Indonesia yang saat ini berkompetisi dengan negara-negara Asia Tenggara.

Advertisement

Menurut Deputi V ( Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Politik, Hukum, Hankam, dan HAM ) Jaleswari pramodhawardani mengatakan, PLB bertujuan menekan biaya logistik, baik antardaerah maupun di dalam daerah itu sendiri. PLB akan memungkinkan perusahaan-perusahaan yang awalnya menyimpan bahan baku industri di luar negeri bisa menyimpannya di dalam negeri.

“Jadi yang dulu gudang besarnya di Singapura atau Malaysia, akan ditarik ke Indonesia,” ujar jaleswari

Jaleswari menambahkan, pada kesempatan tersebut ksp sangat mendukung program PLB dan akan terus mendorong pertumbuhan PLB, karena dengan hadirnya PLB ini memberikan dampak positif untuk industri tekstil dengan meningkatnya efisiensi biaya dan produksi khususnya untuk perusahaan IKM.

Lanjutnya, PLB sangat krusialbagi daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi dan kepentingan nasional. Dengan ada fasilitas PLB, pemerintah ingin bersinergi memberikan kemudahan berinvestasi di Indonesia dan PLB merupakan salah satu strategi dalam peningkatan dan daya saing investasi.

Jaleswari mengatakan, pemerintah bertekad mengubah Indonesia dari negara konsumsi menjadi negara produksi. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus sesegera mungkin menggenjot investasi sebesar-besarnya sehingga ke depan ekspor dapat ditingkatkan seiring penurunan impor. “Untuk itu, kita harus mempercepat penguasaan pasar dalam negeri melalui industrialisasi,”ujarnya.

“Melalui PLB diharapkan produk industri semakin berdaya saing sehingga impor yang begitu besar bisa ditekan dan meningkatkan setiap produk yang ada di kawasan industri,” tandasnya.