Tragis, Penambang Ini Tewas Terpenggal Limstone

21.952 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Nasib malang menimpa Ukay (62), warga Kampung Sindanglengo RT 02 RW 03, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Penambang itu tewas akibat tertimpa batu limstone hingga bagian kepalanya terputus dari organ tubuhnya saat melakukan aktivitas penambangan di atas lahan milik Perhutani.

Advertisement

Korban yang setiap hari bekerja sebagai penambang itu tertimpa bongkahan batu limstone yang jatuh dari atas tebing tidak lama setelah diledakan menggunakan dinamit.

Rekan satu pekerjaan dengan korban, Daweng, mengungkapkan, peristiwa bermula saat istirahat setelah pengambilan batu limstone. Korban hendak mengambil rumput untuk hewan ternaknya, namun nahas, tiba-tiba terjadi longsoran dan langsung mengenai badan korban hingga seketika tewas.

“Saat itu korban sedang mengambil rumput tepat di bawah tebing batu limstone. Namun tidak berselang lama, tiba-tiba dari atas tebing ada bongkahan batu limstone yang jatuh dan menimpa korban. Karena datangnya mendadak, korban tidak sempat menyelamatkan diri, dan saat itu juga meninggal dengan kondisi bagian kepalanya terputus dari badannya,” ungkap Daweng.

Para penambang lainnya yang sedang istirahat mendadak kaget dan langsung memberikan pertolongan. Korban saat dievakuasi kondisinya sangat mengenaskan, bahkan beberapa rekan kerja korban tak kuasa meneteskan air mata saat melihat jasad korban yang keadaannya tragis.

“Jatuhnya batu limstone kemungkinan akibat adanya sisa getaran yang disebabkan oleh dinamit saat terjadi peledakan bongkahan batu limstone, sehingga ada batu yang terjatuh. Padahal sebelumnya sudah saya peringatkan berkali-kali supaya korban tidak mengambil rumput di lokasi tersebut, lantaran berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Klapanunggal, AKP Adhimas Sriyono Putra membenarkan, Ukay tertimpa limstone saat mengambil rumput untuk hewan ternaknya. Ketika korban berada di bawah bukit yang dipenuhi batu limstone bekas galian para penambang, tiba-tiba bongkahan batu ambruk dan langsung mengenai bagian kepala korban.

“Kejadiannya di Kampung Bagog, di lokasi yang menjadi tempat galian para penambang limstone, saat kejadian korban sedang mengambil rumput untuk hewan ternaknya, tanpa ada sebab terjadi longsor dan ambruk lalu menimpa korban yang ada di bawahnya,” papar Kapolsek.

Kapolsek menepis kabar bahwa saat kejadian ada aktivitas pemecahan bongkahan batu limstone yang menggunakan bahan dinamit. Bahkan menurutnya, antara keluarga korban dengan pengelola tambang limstone sudah mediasi dan memberikan ganti rugi.

“Saat kejadian tidak ada aktivitas apapun. Tidak ada peledakan yang menggunakan dinamit, atau korban sedang mengambil batu limstone,  itu murni hanya kecelakaan. Termasuk pihak keluarga korban juga tidak menuntut ke pihak perusahaan penambang. Semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.