Targetkan Graduasi, Korkab Pendamping PKH Lakukan Optimalisasi Dan Evaluasi Kinerja

13.396 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – GARUT – Dalam rangka optimalisasi dan pembinaan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Garut Wilayah 2, yang meliputi 11 Kecamatan diantaranya, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Pasirwangi, Kecamatan Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kecamatan Leles, Kecamatan Karangpawitan, Kecamatan Sucinaraja, Kecamatan Wanaraja dan Kecamatan Garut Kota, Korwil 2 Jawa Barat laksanakan rapat koordinasi internal bersama , Selasa (15 Oktober 2019) di Aula Situ Cangkuang Kecamatan Leles Kabupaten Garut.

Turut hadir dalam rapat koordinasi internal tersebut, Sekretaris Dinas Sosial (Dra. Hj. Kuraesin Nelawati, M.Si), Koordinator Wilayah 3 (Zamzam Timur Alfian), Koordinator Kabupaten Wilayah 2 (Mubaroq Ahmad, SE) dan para pendamping Wilayah 2 Kabupaten Garut.

Advertisement

Dalam keterangannya Koordinator Wilayah 3 Jawa Barat, Zamzam Timur Alfian, mengatakan, kegiatan ini diperuntukan mengoptimalisasikan dan evaluasi kinerja para pendamping secara tugas pokok dan fungsi (tufoksi) nya, karena pendamping dituntut untuk dapat pola pendampingan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang mereka dampingi agar salah satu target Kementrian Sosial (Kemensos) yaitu tercapainya angka graduasi mandiri atau lulusnya peserta PKH dan tidak lagi menjadi peserta KPM.

Masih kata Zamzam, mengenai target untuk angka graduasi mandiri secara bertahap untuk skala nasional adalah 10 % untuk tahun 2020, dan sesudah mandiri mereka terlepas dari tanggung jawab pendapingan para pendamping.

” Tetapi secara moral ada pemantauan dan pelaporan untuk mengevaluasi status KPM yang sudah graduasi, jangan sampai mereka jatuh miskin lagi, ucapnya.

Sementara Koordinator Pendamping Kabupaten, Mubarok Ahmad, SE, mengatakan, kegiatan ini selain mengingatkan kembali tupoksi, optimalisasi dan evaluasi kinerja para pendamping, juga sebagai ajang silaturahmi sesama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

” Dalam optimalisasi dan evaluasi ini adalah sebagai bentuk upaya untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran kode etik dan penyelewengan-penyelewengan yang bisa saja terjadi yang rutin dilakukan 1 bulan sekali untuk uji petik pelaksanaan dan kendala dilapangan” ucapnya.

Oleh karenanya, dengan rapat koordinasi dan evaluasi ini, mudah-mudahan para pendamping bisa lebih profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk membantu dan mensosialisasikan program kepada para penerima dan masyarakat yang layak mendapatkan nya, harapnya.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dra, Hj. Kuraesin Nelawati, M.Si, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan rakor dan pembinaan mandiri ini, mudah-mudahan dengan evaluasi ini bisa lebih meningkatkan kinerja dan profesionalisme para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Garut.

” Dengan adanya Program Keluarga Harapan (PKH) ini yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, mudah-mudahan sedikitnya bisa mengurangi angka kemiskinan khususnya di Kabupaten Garut”, harapnya.