Terhenti di Konvensi Partai Demokrat, Holil Aksan Gandeng Rani Permata Dicky Chandra

6.079 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Rani Permata Dicky Chandra melakukan komunikasi politik dengan salah satu peserta yang tersingkir di Konvensi Partai Demokrat, H Holil Aksan Umarzen, Minggu (11/6) di Goah Gumelar Jalan Cimanuk, Garut Kota.

Istri dari mantan Wakil Bupati Garut, Dicky Candra, mengatakan siap untuk maju Pilkada serentak di tahun 2018. Rani mengaku siap menjadi calon wakil bupati Garut dan sudah mendapatkan ijin dari sang suami untuk maju Pilkada Garut.

“Alhamdulillah kami sudah deklarasikan pencalonan berpasangan dengan Pak Holil Aksan. Sekarang kami akan fokus pada konsolidasi pembentukan tim agar bisa menjelaskan visi-misi yang kita usung untuk warga Garut,” ujar Rani.

Setelah resmi menggandeng Rani Permata, Holil Aksan mengaku semakin mantap maju pada Pilkada 2018 mendatang. Ini terobosan baru yang fresh dan cerdas dari orang sekelas Holil Aksan Umarzen yang memang identik dengan penemuan-penemuan baru.

Selain itu, tambah Holil, dirinya dan Rani juga telah membuat resume kesepahaman yang menjadi kesepakatan bersama diantaranya, sepakat untuk menjadi pasangan calon Bupati/Wakil Bupati baik melalui partai politik maupun jalur Independent, sepakat menjadi pemimpin yang bersih semata-mata mengabdi kepada masyarakat, sepakat untuk bersama-sama mempercepat pembangunan di Kabupaten Garut yang berbasis potensi wilayah dan berdampak nyata pada peningkatan ekonomi masyarakat, sepakat untuk bersama-sama memperbaiki tata kelola pemerintahan yang modern, profesional dan amanah demi kelangsungan hajat hidup masyarakat Garut yang dinamis, agamis dan berbudaya luhur. Dan terakhir, kata Holil Aksan, mereka siap mengusung program prioritas dalam peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan dan program-program ekonomi kerakyatan.

Rani Permata menambahkan, beberapa hal yang menjadi catatan pasangan mereka untuk kemajuan Garut salah satunya menyangkut dengan agenda reformasi birokrasi.

“Salah satu alasan saya pilih Holil Aksan, karena beliau memiliki program bisa diterima oleh semua kalangan. Beliau paham betul cara bagaimana kita nantinya mendorong reformasi birokrasi yang efektif dan efisien. Karena selama ini anggaran Garut masih besar terserap untuk belanja aparatur. Kami galakkan agar masyarakat bisa berdaya dan mandiri dan secara tidak langsung dapat mengurai angka kemiskinan secara subtantif. Begitu juga dengan pendidikan dan layanan kesehatan,” pungkas Rani.