
BUANAJABAR.COM, GARUT – Ribuan guru honorer melakukan aksi yang tergabung dalam FAGAR Garut tanggal 22 februari 2017, di hadiri oleh Tasdik Kinanto dan stafnya, serta 23 februari 2017 dihadiri oleh sekretaris MENPAN RB, Deputi SDM PAN RB dan Biro hukum dan humas PAN RB menyimpulkan bahwa KASN mengklarifikasi bahwa selama ini dalam media sosial tidak mendukung adanya revisi ternyata tidak benar, justru KASN mendukung penuh ada nya revisi UU ASN
Dalam aksinya, para honorer menuntut PP yang di buat oleh menpan tidak menggangu ke dalam proses revisi UU AS, MENPAN RB melalui sekretaris nya kalau PP trsebut membikin resah honorer maka akan segera ditarik kembali karena PP tersebut baru draf dan belum ditandatangani oleh presiden, Revisi UU ASN akan di lanjutkan pembahasannya setelah ada nya SUPRES ( surat presiden ) dalam waktu lama sekitar 60 hari kerja,.
Amanat dari ketua umum FHK2IB akan segera menjadwal ulang pertemuan dengan pihak-pihak terkait.

“Perjuangan belum selesai, solidkan kepada seuruh anggota supaya cepat proses perjuangan ini serta Bapak menteri akan segera menjadwal ulang pertemuan dengan pihak FHK2IB untuk membicarakan dorongan revisi UU ASN.” ungkapnya.
Ketua DPP FAGAR GARUT Cecep Kurniadi.S.Pd.I menyampaikan dalam audensinya bahwa apabila UU ASN belum direvisi sangat merugikan honorer.
“Inti aksi kami, seiring dengan revisi UU ASN sebagai inisiatif legislatif di sisi lain pemerintah khusus nya menpan akan mengerluarkn PP yang dasarnya uu asn yang belum direvisi yang jelas-jelas ini merugikan honorer karena didalam uu asn tersebut pegawai ada 2 yaitu PNS dan Kontrak sehingga ini merugikan honorer yang sudah mempunyai pengabdian yang lebih lama dan hanya di kasih penghargaan kontrak, nah kami menutut kepd menpan ingin mengetahui isi PP tersebut apakah honorer k2 bisa terakomodir tidak atau di samakan dengan honorer yang lain. kalau dalam PP tersebut tolong selipkan aturan yag mengakomodir honorer dan tidak ada pembatasan usia untuk jadiPNS.” Pungkasnya.











