Uniga Gandeng BNN RI Di Sidang Wisuda 2019 – 2020

3.536 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Universitas Garut (Uniga) menggelar Sidang Terbuka Senat Universitas Garut dalam Rangka Wisuda angkatan XXVII Pasca Sarjana, Sarjana dan Diploma tahun ajaran 2019-2020 yang diselenggarakan di halaman kampus Uniga, Jalan Raya Samarang no. 52 A, Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat. Rabu 25 September 2019.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Garut H Rudy Gunawan dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. yang mengisi orasi ilmiahnya terkait bahaya Narkoba dengan tema “ Menyelamatkan Generasi, Merawat Negeri Dari Ancaman Kejahatan Narkoba “.

Advertisement

Kepada awak media Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko mengatakan, Kondisi geografis negara Indonesia yang mayoritas berupa lautan dimanfaatkan oleh sindikat bandar Narkoba sebagai jalur favorit bagi penyelundupan Narkoba dari Luar Negeri.

” Luasnya pantai dijadikan celah masuk penyeludupan Narkoba ke Indonesia, Jawa Barat sangat berpotensi tinggi masuknya Narkoba ke ibukota, pantai Utara dan Selatan Jawa terutama” kata Kepala BNN RI.

Sementara itu Rektor Univesriatas Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng menyampaikan Uniga memandang penting mengundang Kepala BNN untuk melakukan orasi ilmiah didepan para wisudawan sebagai generasi muda bangsa dalam upaya membangun kemampuan masyarakat (Individu, Kelompok) dalam menjaga dan melindungi diri, keluarga, dan lingkungan (Tempat Tinggal, Pendidikan, Kerja) dari kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

” Kita harus memperkuat ketahanan generasi muda kita, selain apa yang kita lakukan dalam upaya meningkatkan kecintaan tanah air dengan berbagai kegiatan positif, kita juga harus tetap waspada sebagai upaya reminding bahwa musuh yang paling utama adalah salah satunya bahaya penyalahgunaan Narkoba” kata Syakur.

Rektor Uniga menambahkan, kedepan pihaknya memiliki rencana untuk melaksanakan Wisuda sebanyak tiga kali dalam satu tahun, maksudnya untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa lebih cepat menyelesaikan studinya, karena banyak mahasiswa dalam menyelesaikan studi perkuliahan menunggu agenda wisuda dilaksanakan.

“ Empat tahun yang lalu wisuda Uniga hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun, lalu ditambah menjadi dua kali, seiring dengan perkembangan mahasiswa terus bertambah, sehingga tidak mungkin lagi wisuda dilaksanakan satu kali bahkan dua kalipun rasanya sudah tidak memadai” imbuhnya.

Masih menurut Rektor dari 576 lulusan, 61 diantaranya lulusan yang berasal dari luar Jawa Barat diantaranya dari Jawa Tengah, Bengkulu, Riau, Pontianak, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantar Timur, Kalimantan Utara, Palembang, NTT, Kepulauan Riu dan Papua, banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar pulau jawa sebagai bukti bahwa Universitas Garut (Uniga) sudah dikenal dan diakui tidak hanya di Jawa Barat tapi di tingkat Nasional.

“Ini bukti pengakuan kualitas Uniga tidak hanya tergambar dari predikat akreditasi institusi B tapi sudah nyata diterima oleh masyarakat secara luas” jelas Rektor.

Dalam acara Sidang Terbuka Senat Uniga dalam rangka wisuda tersebut ada 576 lulusan yang merupakan wisudawan yang berasal dari berbagai program studi diantaranya dari Ilmu administrasi negara S1 (38 lulusan), Akuntansi D3 (13 lulusan), akuntansi S1 (59 lulusan), Manajemen S1 (81 lulusan), Agroteknologi S1 (44 lulusan), Peternakan S1 (11 lulusan), Farmasi S1 (256 lulusan), Pendidikan Agama Islam S1 (38 lulusan), PGMI S1 (16 lulusan) dan Ilmu Komunikasai ( 35 lulusan ) . Selain itu  dilaksanakan juga deklarasi Kampus Bersinar (Bersih Narkoba) yang disaksikan langsung Ketua BNN Pusat serta pengumuman para lulusan terbaik dengan IPK tertinggi di tiap tiap fakultas, diantaranya : Prodi Administrasi Negara S1 atas nama Siti Nuraeni IPK : 3,92. Akuntansi S1 : Gina Agustina IPK : 3,95. Akuntansi D3 : Rani Indah Wulansari IPK : 3,98. Agroteknologi S1 : Triyani Nurhayati IPK : 3,95. Peternakan S1 : Asep Ramdani Fauzi IPK : 3,79. Farmasi S1 : Regiana Ulfah, IPK : 3,98. PAI S1 : Cecep Nansir Sirojudin, IPK : 3,89. PGMI S1 : Fauziah Saniah, IPK : 3,89. Ilmu Komunikasi S1 : Syaidah Nurhalimah, IPK : 3,98.