Wahyu Tewas Mengenaskan, Diduga Karena Dikeroyok

143.207 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MAJALAYA – Warga Warusatangkal, Padaulun, Majalaya digegerkan dengan kejadian pengeroyokan yang berujung korban meninggal dunia di area boiler pabrik PT Tribintang Lokawarna, Jalan Raya LASWI No 48 Majalaya, Kabupaten Bandung.

Baca juga : Pengganti Indoxxi 21 Situs Nonton Film Terbaru

Advertisement

Menurut informasi dari pihak pengamanan pabrik ,  korban lari masuk ke dalam pabrik karna dikeroyok saat jam istirahat pada kamis 13 oktober 2016 sekitar pukul 02.30 wib untuk menyelamatkan diri dari kejaran 2 orang pelaku

Baca juga : Sudah Kerja Keras Bertahun-Tahun Tapi Penghasilan Segitu-Gitu Saja atau Sudah Berpenghasilan besar Tapi Tabungan Segitu-Gitu Saja!
Daftar Kulwa Gratis

Korban berusaha naik melalui pagar pembatas pabrik dalam kondisi bersimbah darah.

” Korban terjatuh di area parkir sebelah belakang pabrik dan meninggal dunia di tempat kejadian usai dikeroyok.”.kata saksi.

Baca juga:  link Terbaru Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi Terbaru 202O Bahasa Indonesia

Korban yang kemudian diketahui bernama Wahyu Pratama adalah seorang warga Ciparay kabupaten Bandung yang berasal dari Lampung berusia 37 tahun.

Mau Ikutan Kuliah Dasar Bisnis Kuadran Kanan, Gratis… Daftar di sini

Dua orang tersangka pelaku saat ini sudah diamankan di polsek majalaya atas nama BC, BY dan PR warga Bojong Majalaya.

Untuk sementara, dari para saksi diketahui kejadian  diduga berawal dari kesalahfahaman, namun belum bisa diketahui penyebab terjadinya kejadian tersebut karena masih dalam pengembangan pihak Polsek Majalaya.

Kanitserse Polsek majalaya AKP Davit Setiawan saat dikonfirmasi sedang tidak berada di kantor, menurut informasi Aiptu Deni R bagian laporan SPKT kasus ini masih dalam pengembangan

Mau Ikutan Kuliah Dasar Bisnis Kuadran Kanan, Gratis… Daftar di sini

“Jadi belum ada keterangan lebih lanjut mengenai motif pembunuhan tersebut, ” Katanya

Korban dilarikan ke RSUD Ebah Majalaya menggunakan kendaraan INAFIS Polres Bandung dan kemudian sekitar pukul 19.00 WIB dibawa ke rumah sakit polri Sartika Asih untuk dilakukan autopsi.

Informasi beredar, korban merupakan residivis pencopetan