

BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA TASIKMALAYA,- Walikota Tasikmalaya Budi Budiman menghadiri sekaligus membuka Informasi Pasar Kerja dan Job Fair 2018 di Gedung Serba Guna, Balekota Tasikmalaya, Senin 16 April 2018. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tasikmalaya diikuti oleh 24 perusahaan.
Walikota Tasikmalaya Budi Budiman mengungkapkan, Pemkot dalam hal ini sebagai fasilitator antara pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja menargetkan dapat menyerap sekitar 1500 tenaga kerja.
Kegiatan yang akan berlangsung hingga Selasa 17 April 2018 ini, kata Budi, sebagai upaya melaksanakan komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam mengurangi pengangguran. Dimana angka pengangguran Kota Tasikmalaya mencapai 6,8 persen dengan penyerapan tenaga kerja 63,8 persen.
“Ini harus kita dorong karena sesuai komitmen, lima tahun kedepan kita bisa mengurangi angka pengangguran,” ujarnya kepada awak media.

Diakuinya, penyerapan tenaga kerja Kota Tasikmalaya belum maksimal. Untuk dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, selain menyelenggarakan job fair, pemkot juga berupaya mendorong iklim investasi dengan memberikan kemudahan bagi investor dalam membuka usaha seperti menghapus fatwa ijin lokasi dan ijin gangguan.
“Ini bagian upaya dari kami dengan memberi kemudahan berinvetasi. Kami juga ingin membuat Kota Tasik yang aman, nyaman, kondusif dan enak untuk berinvetasi,” tutur Budi.
Menurutnya, Kota Tasikmalaya mempunyai peluang yang cukup besar bagi investasi mengingat Upah Minimum Kerja (UMK) Kota Tasikmalaya hanya Rp 1,9 juta dibanding daerah lain terutama yang dekat Jakarta mencapai Rp 3,8 juta hingga Rp. 3,9 juta.
“Dengan banyaknya investasi akan mengurangi pengangguran, berarti otomatis menekan angka kemiskinan,” pungkasnya.









