Percepat Transformasi Digital, Menkominfo: Indonesia Terapkan ASEAN DEFA

3.961 dilihat

BUANAINDONESIA, JAKARTA- Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN, pemimpin negara ASEAN menegaskan kesepakatan Memajukan Transformasi Digital di ASEAN Tahun 2021. Melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) negara ASEAN memperkuat integrasi dan transformasi digital regional menuju pendekatan yang koheren, selaras, dan berbasis aturan untuk kerja sama ASEAN dalam ekosistem digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menegaskan hal itu selaras dengan upaya Indonesia untuk mempercepat transformasi digital demi kemajuan nasional. Menurutnya, ASEAN DEFA mencakup berbagai hal seperti perdagangan digital, kegiatan lokapasar lintas batas, mobilitas talenta dan kerja sama dalam topik-topik baru hingga kebijakan kompetisi.

Advertisement

“DEFA juga berfokus pada pemabahasan arus data lintas batas dan perlindungan konsumen, pembayaran, identitas digital dan autentikasi, sampai keselamatan dari dan keamanan siber,”Kata, Budi Arie, dalam siaran pers. Sabtu 16 September 2023.

Agar selaras dengan agenda kerja sama regional, Menteri Budi Arie menyatakan ASEAN DEFA menjadi acuan Pemerintah Indonesia dalam memaksimalkan dampak digital. Menurutnya DEFA bisa memberikan lima manfaat strategis bagi kemajuan bangsa.

“Pertama, memfasiltasi dampak transformasi digital. Kedua, menyediakan infrastruktur digital. Ketiga, memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan. Keempat, mendorong perkembangan teknologi yang strategis, serta yang kelima adalah berinvestasi sumber daya baru yang kompetitif,” jelasnya.

Menurut Menkominfo, Pemerintah memiliki strategi untuk memaksimalkan dampak digital dengan berbagai cara. Mulai dari pengembangan strategi transformasi digital secara aktif, penyediaan infrastruktur digital, berinvestasi pada sumber daya baru yang kompetitif, mendorong sektor teknologi yang strategis, menjembatani jurang digital (digital divide), serta memprioritaskan kewirausahaan dan inovasi.

“Beberapa kesepakatan dalam ASEAN DEFA sudah dilakukan Indonesia. Namun demikian, masih ada beberapa aspek yang membutuhkan strategi yang kuat untuk memanfaatkan dampak digital, seperti urgensi in-charge yang mengorkestrasi pelaksanaan urusan langkah pengukuran data,” tuturnya.

Menteri Budi Arie juga menyoroti adanya tantangan integrasi ekonomi digital di wilayah ASEAN. Namun, Menkominfo optimistis tantangan itu akan mudah diatas dengan adanya potensi digital di tingkat nasional dan ASEAN. Di tahun 2030 mendatang, ekonomi digital di ASEAN nilainya di diperkirakan USD2 Triliun atau setara Rp30.000 Triliun.

“Transformasi digital juga diharapkan bisa menarik investasi, mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Transformasi digital peting bagi semua karena itu suatu keniscayaanm” (Rel/Ward)

Advertisement