BUANAINDONESIA.CO.ID, Sumsel- Sekitar lima puluh orang sopir angkutan kota (angkot), dari trayek yang berbeda di Palembang menggeruduk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jln Kapten A.Rivai Paembang.
Kedatangan mereka menolak keberadaan taksi dan ojek online yang diduga ilegal di wilayah Palembang.
“Tuntutan kami cuma satu, yaitu penghapusan kendaraan online. Legalitas mereka sebagai angkutan umum apa? Itu kan merugikan kita yang legal,” kata salah seorang koordinator aksi, Syafarudin Lubisi, Senin, 21 Agustus 2017
Menurut dia, dampak kehadiran taksi online di Palembang, Sumsel sangat mempengaruhi pengahasilannya.
“Turun drastis pendapatan kami dalam setiap harinya dengan adanya taksi online ini, minta kepada DPRD Sumsel untuk mencabut,”tegasnya
Sementara itu, Gubernnur Sumsel Alex Noerdin, menanggapi soal demo penolakan terhadap taksi online di Palembang. Kebijakan pusat.
“Harus kita patuhi, tapi juga mempertimbangkan, situasi, kondisi dan sosial di daerah, satu hal, kita tidak bisa menolak teknologi,”kata Alex Noerdin, Gubernur Sumsel, usai Paripurna DPRD Sumsel, senin (21/8).
Dia menambahkan, “Kita, tidak setuju dengan ini (Gojek) tidak bisa,”ujarnya
Selanjutnya, trend dunia itu sekarang mengarah sana (teknologi). Dulu, Blue Bird punya ribuan taksi, sekarang, Gojek tidak punya taksi satupun tapi menguasai pasar transportasi.
“Perubahan ini tidak bisa dicegah, perubahan tidak bisa dilawan dunia ini berubah, kalau mau survive ikuti perubahan,”pungkasnya.








