Buka Pintu Evaluasi Lebar-Lebar: Kapolres OKU Selatan Siap Dengarkan Kritik Demi Layanan Prima

459 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, OKU SELATAN – Di era ketika masyarakat makin kritis menuntut kemudahan dan keterbukaan, institusi kepolisian dituntut untuk tidak lagi berjarak dengan warga. Kesadaran inilah yang membawa jajaran Polres OKU Selatan duduk satu meja bersama tokoh masyarakat, akademisi, hingga pemuda dalam Rapat Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 di Aula Sertupol Anumerta Hadinata, Senin (27/7/2026).

​Suasana rapat berlangsung hangat namun sarat akan dinamika. Sejumlah perwakilan Forkopimda, tokoh agama, organisasi mahasiswa, hingga pegiat pemuda hadir memenuhi ruangan, membawa satu cita-cita yang sama: pelayanan polisi yang makin cepat, humanis, dan tanpa sekat.

Advertisement

​Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., secara terbuka menegaskan bahwa kepolisian saat ini sangat haus akan kritik dan masukan yang membangun. Menurutnya, forum ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan panggung bagi warga untuk menyampaikan keresahan serta harapan mereka secara langsung.

​”Kami berkomitmen penuh untuk terus membenahi diri dan meningkatkan kualitas pelayanan. Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan mengutamakan kepuasan publik,” ungkap AKBP I Made Redi di hadapan para peserta.

​Dukungan hangat pun mengalir dari pemerintah daerah. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan OKU Selatan, Zulfakar Dani, S.Sos., mengapresiasi keberanian Polres OKU Selatan yang secara ikhlas membuka pintu evaluasi lebar-lebar bagi publik.

​”Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan. Ketika kepolisian, Pemda, dan elemen masyarakat mau duduk bersama, pelayanan publik yang responsif dan berkeadilan bukan lagi hal yang mustahil untuk diwujudkan,” ujar Zulfakar.

​Diskusi pun mencair saat memasuki sesi tanya jawab. Perwakilan masyarakat yang hadir memanfaatkan momen tersebut untuk melontarkan berbagai pertanyaan teknis hingga saran tajam seputar pelayanan di lapangan.

​Pertemuan yang digagas Polres OKU Selatan ini menjadi titik terang bahwa keterbukaan adalah kunci utama untuk merawat kepercayaan warga. Di Muaradua, harapan akan hadirnya pengayom masyarakat yang makin prima kini tak lagi sebatas wacana.

Bagaimana Menurut Anda?