UN 2020 Dibatalkan, Berikut Sejumlah Negara yang Menerapkan Kebijakan Serupa

867 dilihat
Ilustrasi - Foto : Internet

BUANAINDONESIA, JAKARTA- Pemerintah Indonesia secara resmi telah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dari tingkat SD, SMP, hingga SMA pada Selasa (24/3/2020). Kebijakan tersebut diambil sebagai penerapan social distancing (pembatasan jarak sosial) untuk menghentikan laju penyebaran virus corona.

“Keputusan ini sebagai bagian dari sistem respons wabah Covid-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat,” kata Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman, seperti dilansir dilaman Kompas.com, Selasa 24 Maret 2020,

Indonesia telah melaporkan 686 kasus virus corona dengan 55 kematian dan 30 pasien sembuh. Baca juga: Beberapa Tips agar Tidak Stres Saat Pandemi Virus Corona Kebijakan pembatalan ujian untuk para pelajar juga telah dikeluarkan oleh sejumlah negara di dunia.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, dia terpaksa menutup sekolah untuk 8 juta murid di Inggris setelah penyebaran virus corona lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Inggris Gavin Williamson berjanji akan memastikan bahwa semua siswa mendapatkan nilai yang pantas dan adil.

Pemerintah saat ini sedang mempertimbangan sejumlah model yang memungkinkan, termasuk penilaian untuk menggantikan ujian formal yang dijadwalkan pada Mei dan Juni mendatang.

“Kami akan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan pengakuan yang layak bahwa mereka layak,” kata Williamson, dilansir dari Telegraph.

“Kami bekerja sangat erat dengan Ofqual untuk memiliki serangkaian tindakan terperinci untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang mendapat nilai secara tidak adil.” sambungnya.

Politisi berusia 43 tahun itu juga akan membentu sistem banding, sehingga setiap siswa yang merasa bahwa nilai mereka bukan cerminan yang adil dapat mengajukan banding.

Pejabat Negara Bagian New York telah mengumumkan pembatalan Ujian Standar Negara tahun ini. Pembatalan itu dilakukan tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah federal akan mengabulkan permintaan negara bagian untuk membatalkan ujian standar tahun ini di tengah penutupan akibat virus corona.

Dewan Kanselir Betty Rosa dan Komisaris Sementara New York Shannon Tahoe pun menganggap pembatalan ujian standar itu sangat penting.

“Sangat penting bahwa selama masa penutupan, sekolah dapat terus memfokuskan upaya mereka terhadap sekolah lokal dan kebutuhan masyarakat, seperti yang telah mereka lakukan serta tidak peduli dengan penilaian negara,” kata keduanya.

Sekolah-sekolah di seluruh negara bagian ditutup hingga setidaknya 1 April, sementara di New York City ditutup hingga setidaknya 20 April.

Diketahui ujian membaca akan dijadwalkan mulai 25 Maret dan tes matematika dilaksanakan pada 21 April.

Pemerintah Australia akan membatalkan ujian NAPLAN atau National Assessment Program-Literacy and Numeracy yang dilakukan sebagai persiapan menuju kelas 10.

Ujian NAPLAN sebelumnya dijadwalkan akan berlangsung pada Mei mendatang. Namun ujian tersebut diputuskan untuk dibatalkan akibat adanya pandemi virus corona yang juga terjadi di Australia.

Keputusan itu dibuat setelah adanya kesepakatan pada pertemuan Dewan Pendidikan COAG, Jumat (20/3/2020) yang dihadiri oleh para menteri dan negara bagian. Meski tingkat ketidakhadiran siswa tinggi, tetapi Dewan Pendidikan menyarankan agar sekolah tetap dibuka.

“Keputusan untuk tidak mengadakan NAPLAN pada 2020 telah diambil untuk membantu para kepala sekolah, guru, dan staf agar fokus pada kesejahteraan siswa dan kesinambungan pendidikan, termasuk potensi pembelajaran online,” kata Dewan Pendidikan, dilansir dari ABC, Selasa (24/3/2020).

Skotlandia Ujian untuk siswa sekolah Skotlandia tidak akan berlangsung tahun ini, sekretaris pendidikan telah mengumumkan. Sekretaris Kabinet untuk Pendidikan Skotlandia John Swinney mengatakan bahwa langkah ini belum pernah terjadi sebelumnya karena wabah virus corona.

“Ini adalah pertama kalinya ujian dibatalkan sejak sistem diberlakukan pada tahun 1888,” kata Swinney dikutip dari BBC.

Mr Swinney mengatakan model akan diterapkan untuk memastikan bahwa pelajar di sekolah dan perguruan tinggi yang tidak dapat mengikuti ujian tidak akan dirugikan dengan cara apa pun

“Sepanjang sejarah kami, Skotlandia tidak pernah membatalkan ujian. Sejak 1888, ujian diadakan setiap Mei dan Juni tanpa gagal. Di tengah dua perang dunia, ujian dilanjutkan.,” kata dia.

Sekolah-sekolah di Inggris, Wales dan Irlandia Utara juga akan ditutup minggu ini. Pemerintah Inggris telah mengumumkan bahwa GCSE dan A-level di Inggris dan Wales akan dibatalkan. (**)