6 Orang Terjangkit Difteri Di Pandeglang, 1 Orang Meninggal

12.949 dibaca
Pasien penderita Difteri sedang dirawat di RSUD Berkah Pandeglang.

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Seorang penderita Difteri asal Kampung Malang Sari, Kelurahan Saninten, Kecamatan Kaduhejo, dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang. Pasien tersebut telah dirawat sejak 5 hari lalu dan sedang diisolasi di Ruang Pulmo.

Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firman Firmansyah mengungkapkan, pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Cimanuk. Dari hasil pemeriksaan, disekitar tonsil dan faring pasien, terdapat selaput putih yang sudah berdarah.

Advertisement

“Kami sudah memberikan obat anti-difteri serum serta terapi kepada pasien. Saat ini, kondisi pasien pun sudah mulai stabil. Pasien sudah dirawat sejak 5 hari lalu,” ujar Firman, Rabu, 13 Desember 2017.

Firman membeberkan, enam pasien Difteri pernah dirawat di RSUD Berkah Pandeglang. Sebelumnya, seorang balita perempuan harus meregang nyawa akibat penyakit tersebut.

“Kasus yang kami rawat sejak 2 bulan lalu total ada 6. Sedangkan kasus yang dilaporkan ke Dinkes Pandeglang ada 11 kasus Difteri. Dan 1 orang kemarin meninggal dunia,” bebernya.

Untuk menekan penyebaran wabah Difteri lanjut Firman, pihaknya telah menyiapkan sejumlah ruang isolasi yang terdapat disetiap ruangan.

“Kami telah menyiapkan ruang isolasi setiap ruangan. Karena banyak kejadian yang perlu diisolasi seperti tetanus. Kami hanya meminimalisir, menjaga hal yang tidak diinginkan, kalau penyebaran kami tidak bisa menjamin,” tambahnya.

Mantan Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes tersebut menjelaskan, penyakit Difteri merupakan penyakit yang menular dan berbahaya. Penyakit tersebut bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak, dikarenakan kondisi yang tidak sebaik orang dewasa.

“Gejala awal yang dialami, yakni sakit pada tenggorokan dan batuk. Nantinya ketika pemeriksaan fisik biasanya ditemukan pseudomembran di tenggorokan pasien. Penanganan awal dilakukan sesuai dengan gejala kritis. Nanti tergantung dari DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien). Vaksin tetap harus dilakukan vaksinasi kepada pasien, antidifteri serum,” jelas Firman.

EDITOR: WN