Masyarakat Cirenghas Keluhkan Buruknya Pelayanan Puskesmas

32.885 dibaca

SUKABUMI, BuanaJabar.com – Masyarakat Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi, keluhkan pelayanan Puskesmas yang ada didaerahnya, kekecewaan pelayanan terutama dikeluhkan pada cara pelayanan terhadap ibu-ibu hamil, sistem administrasi, etika pegawai, dan yang paling membuat masyarakat kesal, disaat pegawai Puskesmas seakan tidak bereaksi menindaklanjuti penyakit DBD di Desa Cipurut yang sudah memakan korban.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompak, Uus Mustaqim, sangat menyayangkan sikap Puskesmas Cireunghas, yang terkesan lalai dalam menindaklanjuti permasalahan kesehatan masyarakat. Menurut Uus, harus ada intervensi Dinas Kesehatan dalam mewujudkan pelayanan maksimal di Kecamatan Cireunghas.

Advertisement

“Kami kira ini sudah tidak bisa ditolelir lagi. Sebelumya sudah ada kesepakatan antara perwakilan masyarakat Kecamatan Cireunghas, muspika dan pihak puskesmas, seharusnya hasil kesepakatan tersebut dapat dijadikan pijakan untuk lebih mengakomodir kepentingan masyarakat bukan terus mengulang kesalahan,” ungkap Uus kepada Wartawan.

Menurut Uus, pada kasus DBD bukan merupakan masalah yang ringan, apalagi beberapa minggu kebelakang ada korban jiwa yang positif terjangkit DBD.

“Ini masalah serius yang harus segera ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. dari hampir belasan jiwa yg berobat ke RSUD, hanya ada dua orang yg sudah dilakukan check labolatorium sedangkan yang lainnya baru disinyalir karena adanya tanda tanda yang sama. Tapi apa salahnya jika pihak Dinas Kesehatan tanggap darurat dengan menerjunkan para ahli untuk meneliti DBD di Kecamatan Cireunghas,” jelas Uus.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Albani Nasution, ketika dikonfirmasi Wartawan pasca adanya korban jiwa yang positif terjangkit DBD mengatakan bahwa pihaknya akan menginstruksikan bidang P2MPL dan Pihak Puskesmas namun sampai saat ini belum ada reaksi baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi maupun Puskesmas Cireunghas.

Dari hasil informasi yg dihimpun LSM Kompak, dalam beberapa waktu ke depan akan ada tindakan Fogging dan PSN dari salahsatu kader partai politik bersama warga masyarakat Kecamatan Cireunghas. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat Cireunghas tidak terus mengandalkan kinerja lamban Puskesmas Cireunghas, tapi terus berupaya untuk mendapatkan bantuan dan dukungan dalam memberantas penyakit malaria yg saat ini tengah menjadi ancaman mengerikan.

Senada dengan pernyataan LSM Kompak, Misbah (38) Tokoh pemuda Kecamatan Cireunghas yang pernah menjabat sebagai Kades di Desa Cikurutug, mengatakan bahwa kekecewaan warga dapat dilihat jauh-jauh hari sebelum mengemukanya permasalahan DBD. Dikatakan Misbah, sebenarnya kekecewaan warga sudah bisa dilihat dari adanya protes melalui pertemuan resmi antara perwakilan masyarakat yakni perwakilan warga Desa Cipurut, Desa Tegal panjang, Desa Cikurutug dan Desa Cireunghas, Muspika Kecamatan dan pihak puskesmas.

“Sebagai masyarakat tentunya saya lebih menyikapi kepentingan warga, apalagi urusannya dengan dunia kesehatan itu sangat vital, jadi kami semua berharap kepada pemerintah agar cepat tanggap menyikapi sekecil apapun permasalahn keaehatan dimasyarakat terlebih masalah DBD saat ini,” ungkap Misbah.