Dua Oknum Kepsek Bandung Barat Melakukan Asusila. Syahidin : ” Pecat ! “

26.557 dibaca

Bandung Barat, BuanaJabar.com – Masyarakat Batujajar baru-baru ini dihebohkan dengan foto selfie seronok yang dilakukan dua oknum kepala sekolah. Foto selfie ini menyebar melalui aplikasi BBM dan sempat tersebar di media sosial Facebook. Dalam foto itu mereka ( sepasang kepala sekolah ) tidak mengenakan busana. Tersiar kabar, sepasang kepala sekolah ini melakukan perselingkuhan. Belakangan diketahui, si wanita adalah kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri ( SDN) berinisial YY,  si pria seorang Kepala Sekolah SMPN ( Sekolah Menengah Pertama Negeri ) Berinisial D.

Pemerhati dan pakar pendidikan, Prof Dr Syahidin, M.Pd menyebut tindakan dua kepala sekolah itu sebagai tindakan memalukan dan mencoreng dunia pendidikan Indonesia

Advertisement

” Kepala Sekolah yang melakukan perselingkuhan itu perlu dipertanyakan bagaimana dia bisa menjadi seorang kepala sekolah, apakah jabatannya diraih karena prestasi dan profesionalisme atau jangan2 karena ‘ perselingkuhan ‘ ( praktik suap ) juga ? ” Kata salah satu direktur di Universitas Pendidikan Indonesia ini

Syahidin meminta pihak terkait segera mengambil tindakan tegas untuk menciptakan efek jera dan contoh bagi para pelaku lain

” Karena sudah sangat memalukan, kepala sekolah seperti itu seharusnya diberi tindakan sangat tegas. Bukan hanya dicopot dari jabatan kepala, tapi harus juga dicabut ( dipecat ) dari status kepegawaian, ” Tegas Syahidin

Lebih lanjut Syahidin yang juga ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia ( ADPISI ) ini mengatakan harus ada seleksi ketat dan pembinaan moral terhadap para calon kepala sekolah

” Sudah bukan rahasia lagi untuk menjadi kepala Sekolah Dasar saja harus ada ini itu, akhirnya berdampak pada kualitas SDM, kepala sekolah itu sendiri. bisa jadi kalau menjadi kepala sekolah karena perselingkuhan akhirnya mentalitas nya seperti itu. Jadi menurut saya, latar belakang mereka meraih jabatan itu karena apa ? soalnya mentalitas tenaga pendidik yang seharusnya menjadi contoh, malah melakukan hal yang tak patut dicontoh. harus ada seleksi calon kepala sekolah, saya sudah menyarankan adanya ( PUSDIKASEK ) Pusat Pendidikan Calon Kepala Sekolah, agar kualitas seorang kepala sekolah bisa menunjukan leadership, ” Kata Syahidin