CIREBON, BuanaJabar.com – Kepolisian Resor Cirebon Kota, Senin 29 Agustus 2016, mengekspos 10 orang tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) asal Lampung Timur. Menurut polisi, komplotan ini sudah berhasil mencuri lebih dari 500 unit sepeda motor di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, dalam kurun waktu 3 bulan
Dalam aksinya, komplotan mereka memiliki tugas masing-masing, DRS, RSN, RL dan HM berperan sebagai pemetik. Kemudian AY, LMN, IRM, ES, AH, EM sebagai joki. Dari 10 tersangka yang dibekuk polisi di kawasan Pangandaran ini, 4 orang diantarnya adalah pelaku penembakaan dan percobaan pencurian di SMK Islamic Center Cirebon, beberapa waktu yang lalu.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Indra Jafar menjelaskan, kesepuluh tersangka ini diringkus anggotanya bersama tim gabungan dari Polda Jabar, Rabu pagi 24 Agustus 2016, di salah satu penginapan daerah Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Dalam penangkapan tersebut, anggota kepolisian terpaksa melumpuhkan beberapa tersangka dengan timah panas, karena berusaha kabur pada saat akan ditangkap.
“Kami lakukan penangkapan pada pagi hari, saat kelompok tersebut masih tertidur, hasilnya Alhamdulilah kami berhasil mengamankan kesepuluh tersangka ini sekaligus, yang kebetulan sedang ada dalam satu penginapan,” jelas Indra.
Selain kesepuluh tersangka itu, polisi juga mengamankan SR, yang berperan sebagai penadah sekaligus yang menyiapkan alat berupa kunci T. SR ditangkap di wilayah Indramayu, Minggu 28 Agustus 2016.
Selain mengamankan tersangka, dari hasil penangkapan tersebut, polisi juga berhasil menyita barang bukti yang diduga digunakan komplotan bersenjata ini, yaitu 2 pucuk Senjata api jenis revolver, 19 butir peluru kaliber 9 mm, 2 buah gagang kunci T, 33 buah anak kunci, 1 buah kunci pembuka magnet, dan 2 buah pisau.
Menurut Indra, dari pengakuan para pelaku, sejak bulan Mei hingga Agustus 2016, lebih dari 500 unit sepeda motor berhasil mereka curi, mereka mengaku setiap harinya mampu mencuri 4 hingga 5 unit sepeda motor.
“Selain di wilayah Kota Cirebon, para pelaku juga menjalankan aksinya di wilayah lain, seperti Kabupten Cirebon, Purwokerto dan Banyumas,” lanjut Indra.










