BUANAINDONESIA.COM, JABAR – Bantuan provinsi Jawa Barat untuk kabupaten Garut yang bernilai ratusan miliar diduga dijadikan ajang ‘ bancangan’ anggota DPRD dan SKPD Kabupaten Garut. Hal ini diungkapkan ketua Komando Gerakan Rakyat (KOGAR) Andri Berik Di Ruang kantornya Yang bermarkas Di Bandung minggu 12 maret 2017.
Menurut Andri, modus yang dilakukan oknum – oknum itu dengan mengajukan proposal bantuan ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, kemudian bantuan itu tertuang dalam Peraturan Daerah(PERGUB). Tidak main- main bantuan itu bernilai Ratusan Milyar dalam anggaran tahun 2016-2017,
” Nilai anggaran yang digelontorkan kurang lebih Rp.500 Milyar,” ujar Andri.
Lanjut Andri,dari kisaran bantuan itu, hanya kurang dari Rp.200 Milyar yang oleh Pemda Garut dilelangkan, sedangkan sisa nya hampir Rp.300 Millyar lebih Oleh Pemda Garut dan Dewan di Pecah menjadi proyek proyek dengan dalih aspirasi,
“ini sangat mencurigakan dan jadi kajian lembaga kami,”ujarnya.
Andri memaparkan dengan dipecah -pecahnya dana menjadi proyek penunjukan dengan nilai di bawah Rp.200 juta per paket, akan memberi ruang bagi para anggota dewan dan SKPD dalam bernegosiasi dengan para rekanan,
” Dari hasil investigasi di lapangan per paket nya bernilai 7%-10% dan itu bagi rekanan sudah menjadi rahasia umum lagi,” jelas Andri.
Bahkan hasil laporan salah satu rekanan lanjut Andri, ada yang mengaku didatangi oleh anggota DPRD Garut dan seseorang yang mengaku tim panitia dengan menjanjikan menjadi pemenang lelang dengan menyetorkan dana 5% dari nilai proyek,” pungkasnya.
Belum ada sanggahan atau dari Pemda Garut dan DPRD Garut terkait tudingan ini.











