
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANJAR – Panen raya padi pada semester pertama (Februari – Maret) di empat kecamatan yang ada di Kota Banjar (Kecamatan Banjar, Pataruman, Purwaharja, dan Langensari) menunjukkan harga gabah turun drastis. Para petani menduga ada permainan harga oleh para tengkulak.
Tradisi panen raya membuat melimpahnya ketersediaan stok beras di kalangan penjual atau tengkulak, dan ini bisa berdampak buruk bagi petani. Tiap kali panen raya, harga gabah tak pernah menunjukkan hasil signifikan untuk mendapat keuntungan.
Udung (47), petani asal Pataruman menuturkan, pemerintah harusnya bisa mempertahankan harga normal gabah kering sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah daerah, jangan sampai ada permainan harga oleh para pengepul (tengkulak).
“Saat ini harga gabah Rp 4.700 sampai Rp 5.000 per kilogram (kg). Gabah basah lebih murah, yaitu Rp 3.800 per kg, ada permainan harga oleh para tengkulak,” keluh Udung.
Sedangkan menurut Iman (50), petani asal Kelurahan Purwaharja, menduga harga gabah anjlok tak lepas dari banjirnya stok beras di pasaran seiring masuknya panen raya, sekaligus ada permainan para tengkulak yang tidak mau rugi dan memilih memberatkan petani.
“Banyak stok gabah akibat panen di setiap daerah, belum lagi permainan harga oleh pengepul atau tengkulak,” tutur Iman kepada Reporter.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Agus Kostaman, menilai kondisi pada panen raya harga tidak bisa konsisten, pasalnya ketika permintaan tetap atau bahkan meningkat dan stok menipis, maka terjadilah penaikan harga. Sebaliknya, jika stok beras melimpah dan permintaan menurun, harga pun akan relatif turun.
“Karena saat panen raya beras banyak dari mana-mana, stok melimpah jadi harga jual dari petani juga fluktuatif. Saat ini belum masuk puncak panen raya, masih permulaan. Nanti pada pertengahan Maret, biasanya panen raya itu, harga bahkan bisa turun lagi,” kata dia.
Data dari Bidang Pertanian, harga jual gabah kering giling di kalangan petani kepada tengkulak berkisar antara Rp 4.900 sampai Rp 5.000 per kilogram. Turun sekitar Rp 1.700 per kilogram dibanding musim sebelum panen raya.
Editor: NA










