Dituding Petugasnya Lalai, BBWS Citanduy Bantah Penyebab Banjir Ciloseh

24.973 dibaca
Sutinggal, Kepala Bagian Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Citanduy. (BUANA INDONESIA NETWORK/Dede Gumilar)


BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA BANJAR –  Terkait meluapnya sungai Ciloseh, Selasa, (17 April 2018) di  kampung Burujul 1, Rt 06,Rw 01 Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, diduga karena petugas penjaga pintu air terlambat membuka pintu air bendungan.

Dikatakan pada berita sebelumnya Walikota Tasikmalaya Tinjau Lokasi Banjir Sungai Ciloseh. Walikota Tasikmalaya Budiman menuturkan, petugas terlambat membuka pintu air sampai tiga jam. Sehingga terjadi luapan. Setelah pintu air dibuka, sekitar 30 menit air langsung surut. Banjir tersebut mengakibatkan 11 rumah, 14 kepala keluarga dan 45 jiwa menjadi korban banjir. Hampir semua terendam banjir setinggi 1 meter.

Advertisement

Saat ditemui di BBWS Kota Banjar, Kamis 19 April 2018, Kepala Bagian Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Citanduy, Sutinggal mengatakan bahwa, pihaknya belum bisa melangkah kalau belum ada laporan dari pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun pihaknya tidak bisa terima terkait adanya kelalaian petugas penjaga pintu air, hingga mengakibatkan banjir.

“Kalau kelalain harus ada survei dulu dari BPBD atas BSDA dan Krnonologisnya.” Terang Sutinggal saat ditemui di BBWS Citanduy.

Sutinggal, memprediksikan bahwa kejadian tersebut akibat hujan deras dari daerah lain, atau banjir kiriman. Rencananya minggu depan pihak BBWS Citanduy akan mensurvey lokasi banjir, untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

“Baru sekali survei itu pun satu lokasi. Kalau kewenangan BBWS itu pemeliharaannya kecil. Menangani infrastruktur yang sudah rusak dan kewenangan ada untuk perbaikan dampak bencana.” Terang Sutinggal.