Untuk Hadapi Era Digitalisasi PGRI Kecamatan Banyuresmi Gelar Workshop Pembelajaran Berbasis (HOTS)

17.986 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID , GARUT – Dalam rangka Peningkatan Kompetensi Guru Menuju Pendidikan Abad 21 Dan Revolusi Industri 4.0, PGRI Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut gelar Workshop Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi Guru Sekolah Dasar se-Kabupaten Garut yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan, yang berlangsung di Aula Guru Korwil Banyuresmi Kabupaten Garut dari tanggal (24-26 September 2019).

Guru yang menjadi peserta Workshop tersebut berjumlah 40 peserta, yakni sebanyak 28 Guru dari Sekolah Dasar yang Berada di sekitar Kecamatan Banyuresmi dan juga 12 Guru dari Kecamatan Terdekat dengan lokasi kegiatan Workshop.

Advertisement

Dalam kesempatannya pada hari terakhir kegiatan Workshop (26 September 2019), Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut yang selaku penyelenggara Workshop, Ma’mun Gunawan, mengatakan, dengan peradaban revolusi industri atau era digitalisasi yang mendominasi saat ini, dunia pendidikan harus mengimbangi era tersebut.

” Artinya, Guru itu harus berada tetap diposisi yang profesional, kompetensinya harus diupdate sehingga guru bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, tidak ketinggalan jaman, tidak tertinggal arus perubahan, dan guru siap untuk menghadapi tantangan perubahan”, imbuhnya.

Oleh karenanya semua element dan juga PGRI harus bisa mendampingi guru supaya memiliki wawasan dan kemampuan untuk mengembangkan diri supaya berada dalam posisi yang lebih profesional.

Salah satu contoh, lanjut Ketua PGRI, dalam anggaran BOS kinerja dan BOS apirmasi sasarannya untuk membeli gedjet/tablet untuk kelas 6, yang artinya siswa akan melakukan pembelajaran digital menggunakan alat gadget/tablet dan didalamnya terkait materi yang harus menyesuaikan, tuturnya.

Maka dari itu, dalam workshop ini materi yang disampaikan adalah mulai dari perencanaan pendidikan, proses pembelajaran, sampai dengan penilaian pembelajaran. Bagaimana supaya merumuskan, merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil pembelajaran itu dengan sistem HOTS.

Sementara Kepala Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Aam Hardiman, mengatakan, pihaknya sangat apresiasi setinggi-tingginya terhadap PGRI Kecamatan Banyurmi yang telah memberikan suport dan memfasilitasi dalam kegiatan peningkatan kualitas Guru.

Dengan adanya Workshop yang dilaksanakan oleh PGRI selama 3 hari dan dengan menyimak berbagai materi dari narasumber diharapkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan profesional Guru, terutama berfikir high atau berfikir tinggi yang berbasis digital khususnya di Kecamatan Banyuresmi dan umumnya se-Kabupaten Garut.

” Mudah – mudahan peserta atau Guru yang telah mengikuti Workshop ini bisa menularkan ilmu yang didapatnya kepada Guru – Guru yang lain, baik yang ada di Kecamatan Banyuresmi dan juga Kecamatan lain”, ucapnya.

Lanjut Aam, dengan adanya Workshop ini, mudah – mudahan Kecamatan yang lain agar bisa meniru dan mencontoh kegiatan yang dilaksanakan Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi dalam rangka membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pungkasnya.