Allah Sebagai Pemilik Dan Pengatur Mutlak Harta Kekayaan

53.894 dibaca

Terkadang sebagian dari kita lupa akan Allah sebagai pemilik dan pengatur mutlak dari harta kekayaan. Kita kadang begitu sombong dan pongah saat mengatakan harta kita ini semata-mata hasil dari jerih payah kita bekerja. Namun tau sadarkah kita bahwa dari harta-harta yang kita dapat itu ada yang mengaturnya ? . Ialah DIA Allah SWT yang Maha memiliki segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Adalah Ia, ALLAH SWT yang mengatur segalanya.

Allah adalah pemilik mutlak atau pemilik sebenar-benarnya seluruh harta kekayaan. Ia adalah pencipta alam semesta  dan ia pula yang Maha Memilikinya. Kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illallaah ( Tidak ada Tuhan selain Allah ) juga mengandung pengertian, tidak ada pemilik mutlak atas seluruh ciptaan kecuali Allah SWT.

Advertisement

Karena Allah SWT yang menjadi pemilik mutlaknya, maka menjadi Hak Nya pula untuk memberikan pada siapa saja yang dikehendaki Nya  atau merenggutnya dari siapa saja yang dikehendaki Nya. Allah lah yang menentukan seseorang menjadi kaya dan seseorang menjadi miskin.

Kepunyaan Allah lah segala apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada didalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni  siapa saja yang dikehendakiNya dan menyiksa siapa saja yang dikehendaki Nya dan Allah  Maha Kuasa atas segala sesuatu ( QS , Al Baqarah 2 : 284 )

Kepunyaan Nya apa yang ada di langit dan di bumi, siapakah yang dapat memberi syafaah di sisi Allah tanpa Izin Nya ? ( Qs, Al Baqarah 2 : 255 )

Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada didalamnya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu ( QS, Al ma’idah, 5 : 120 )

Kepunyaan Nya lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang ada diantara keduanya dan semua yang ada dibawah tanah ( QS, Thaha, 20 : 6 )

Dalam kaitannya dengan harta kekayaan ini, diungkapkan dalam Asmaul Husna dengan beberapa sifat Nya seperti al Wahhab ( Yang Maha Memberi ), ar Razaq (Yang Maha Pemberi rizki ), al Qabidh ( Yang Maha Mencabut ), al Basith ( Yang Maha meluaskan ), al Hasiibu (Yang Maha menghitung, Penjamin ), al Karim ( Yang Maha Pemurah ).

(  Prof Dr KH Miftah Faridl – ketua Umum MUI Kota Bandung  )