Begini Cara PDI Perjuangan Agar Pemilu Berjalan Jujur

8.368 dibaca
Training Of Trainer yang diadakan PDI-P di Garut, 21 januari 2018.

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Partai demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menggelar Training of trainer (TOT) pada hari minggu, 21 januari 2018.

Advertisement

TOT ini sendiri bertujuan  sebagai bekal pembentukan pelatih saksi, dengan maksud nantinya akan melakukan pelatihan saksi tingkat TPS di seluruh Kabupaten Garut. Tercatat saat ini ada 4.719 orang saksi yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut.

Dalam acara itu, dihadiri pula Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan Jawa Barat,  Memo Hermawan, Ketua DPC Garut,  Lina Rohayati, Anggota DPRD Garut Fraksi PDI – Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, Juju Hartati dan pengurus DPC PDI Perjuangan Garut serta Bacalon Bupati/Wakil Bupati, Iman Alirahman dan Dedi Hasan Bahtiar.

Yuyus Juliana Kartawirja, Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional PDI Perjuangan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertunjuan untuk memaksimalkan peran saksi di lapangan dalam Gelaran Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres Tahun 2019.

“Untuk memaksimalkan peran saksi di lapangan saat Pilkada, Pileg dan Pilpres, maka PDI-P melaksanakan pelatihan,” ujar Yuyus saat ditemui di Hotel Augusta, jl. Cipanas Kab Garut pada hari minggu, 21 januari 2018.

Nantinya, sambung Yuyus, para peserta akan dilatih menjadi saksi permanen di semua gelaran Pemilu, dengan mengambil 4 orang dari tiap-tiap PAC yang ada di kecamatan se-Kabupaten Garut.

“Para peserta yang dilatih  jadi saksi permanen dari Pilbup, Pilgub dan Pilpres juga Pileg 2018, selanjutnya saksi diambil 4 orang dari per PAC,” sambung Yuyus.

Yuyus berharap, dengan TOT ini kedepannya para saksi yang ada di PDI Perjuangan Garut mampu berkonsentrasi tinggi saat di lapangan, karena di Pilkada nanti, peran saksi sangat menentukan jujur atau tidaknya gelaran pesta rakyat itu.

“Seorang saksi harus memiliki kemampuan, karena yang diperlukan harus berkonsentrasi tinggi,” pungkas Yuyus.