Bupati Garut Geram, Terima Laporan Ada Pungli Di Wisata Pantai Sayangheulang dan Santolo

23.341 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Adanya pemberitaan terkait pungutan restribusi masuk kawasan wisata pantai sayang heulang dan Santolo yang tidak sesuai dengan tarif yang telah ditentukan serta banyaknya pungutan liar membuat Bupati Garut H Rudy Gunawan sempat geram.

Bupati mengatakan, pihaknya akan segera bertindak apabila ada petugas dari UPTD meminta lebih dari tiket yang sudah ditentukan.

Advertisement

” Kita akan tindak bila petugas dari UPTD meminta lebih dari tiket serta informasi maraknya pungutan liar seperti yang ada di dalam pemberitaan, kita akan segera mengklarifikasi masalah ini secepatnya” kata Bupati, Sabtu 6 Mei 2022.

Masih kata Bupati Rudy Gunawan, hari ini Plt kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ditugaskan untuk berada dilapangan.

” Hari ini saya tugaskan Plt Kadisparbud untuk berada di lapangan, kalau ada bukti sampaikan kepada saya, baik itu berupa video atau foto petugasnya, akan saya beri sanksi sesuai dengan ketentuan” tegas Bupati Rudy Gunawan.

Sementara itu, Kepala Disparbud Budi Gan Gan yang saat ini sedang melaksanakan Ibadah Umroh kepada Buanaindonesia mengatakan, pihaknya sudah menekankan bahkan dengan ancaman sanksi berat apabila ditemukan permasalahan mengenai hal – hal yang menyangkut kepariwisataan di kabupaten Garut.

” Waktu saya sebelum berangkat sudah saya tekankan malah dengan ancaman segala, kalau terjadi pelanggaran maka akan saya bebas tugaskan kepala UPTD dan kasubagnya, kalau PNS akan saya turunkan pangkat, sedangkan apabila TKK dan TKS akan saya berhentikan, begitu saya tekankan kepada pegawai di zoom meeting sebelum berangkat umroh” papar Budi Gan Gan.

Sebelumnya sempat beredar pemberitaan terkait adanya keluhan dari wisatawan yang menyatakan adanya pungutan restribusi masuk pantai Sayang Heulang yang tidak sesuai dengan ketentuan, serta banyaknya pungli yang terjadi di kedua tempat wisata tersebut yng menyebar melalui media sosial.