Curanmor Meningkat Di Pandeglang

9.689 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Masyarakat dihimbau berhati-hati ketika memarkir kendaraannya, karena tingkat kejahatan curanmor di Pandeglang cukup tinggi.

Advertisement

” Berbagai trik dilakukan untuk mengambil kendaraan yang parkir sembarangan dan ada juga spesialis yang masuk ke rumah untuk melakukan pencurian motor,” jelas AKBP Ary Satriyan, pada saat Press Release Ungkap Kasus, Sat Reskrim di Mapolres Pandeglang, 25 November 2017.

Ary mengatakan, di Pandeglang hampir sering terjadi kasus curanmor, dimana pelaku merupakan residivis dengan modus operasi mengambil kendaraan motor di jalan dan parkiran, ada yang satu lagi spesialis didalam rumah, mencongkel rumah kemudian mengambil motor yang berada dalam rumah.

“Untuk yang diparkiran menggunakan kunci leter T dan di rumah juga menggunakan leter T tapi mencongkel rumah menggunakan obeng. Pelaku membutuhkan waktu 10 menit untuk mengambil motor, tapi saya kira kurang dari 10 mereka bisa ambil motor karena hanya dengan memasukan kunci Leter T kemudian merusak kunci dan mengambil motor. Jadi apabila rumah ditinggal kosong, mungkin bisa dititipkan rumahnya ketetangga atau saudara dekat, apabila di parkiran, kalau bisa menggunakan kunci ganda untuk lebih mengamankan kendaraannya,” katanya.

“Rata-rata motor hasil curian dijual 1,5 juta sampai dengan 3,5 juta tergantung jenis motornya. Ada yang dijual di luar Pandeglang, ada yang juga dijual di Pandeglang, tapi rata-rata digesek nomor mesinnya sehingga sulit untuk dilacak,” tambah Ary.

Jumlah pelaku sebanyak 8 orang, salah satu pelaku inisial I menuturkan , pihaknya sudah pernah melakukan aksi serupa di Serang dan sudah dijebloskan ke penjara.

“Udah pernah masuk di Rutan Serang, dengan kasus yang sama,” singkatnya.

Barang bukti berupa 5 sepeda motor beserta alat-alat yang digunakan untuk mencuri sepeda motor diamakan oleh Polres Pandeglang.

EDITOR: WN