Diduga Karena Istri Susah Dihubungi, Dede Nekat Gantung Diri

23.079 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Seorang buruh tani, Dede Rahmat (40), ditemukan tewas gantung diri di lumbung padi tidak jauh dari rumahnya di Kampung Cisaat RT01 RW 09 Desa Tanjungkarya Kecamatan Samarang, Garut.

Korban ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 22.30 WIB Jumat 2 Juni 2017 kemarin. Korban nekat mengakhiri hidupnya setelah istrinya, Sadiah (35), yang bekerja di Arab Saudi sudah tidak bisa lagi dihubungi.

Advertisement

” Semasa hidup korban pernah mengatakan bahwa istrinya yang bekerja di Arab Saudi itu sulit di hubungi. Hal tersebut membuat korban sering duduk termenung. Keseharian korban sebagai buruh tani dan mengurus ke empat anaknya yang masih kecil-kecil,” kata Asep, salah seorang pengurus FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat) di desa Tanjungkarya Kecamatan Samarang, yang saat itu ikut membantu petugas kepolisian menangani perkara.

Awalnya korban ditemukan oleh Anwar, anak pertama korban yang berusia 12 tahun. Pelajar kelas VI SD ini merasa curiga karena ayahnya tidak keluar dari lumbung tempat menyimpan padi, dimana korban, kata Anwar, masuk dari sekitar pukul 16.00 wib. Karena merasa curiga, kemudian Anwar masuk ke dalam lumbung padi yang sedang dalam keadaan gelap, tidak lama Anwar menyalakan stop kontak dan dilihat ayahnya sudah dalam keadaan tergantung dengan sebuah tali kain kecil warna merah. Selanjutnya Anwar, anak korban, keluar rumah dan memberitahukan kepada saudara sepupunya Iyas.

” Kemungkinan korban stres berat karena telepon istrinya sudah tidak dapat dihubungi. Saya kaget setelah mengetahui korban gantung diri,” ujar Asep kepada wartawan setelah kejadian langsung melapor pihak yang berwajib, Sabtu, 3 juni 2017

Sebelum ditemukan gantung diri, kata Asep, korban terlihat bingung dan sering menyendiri.

” Dia sering melamun. Mungkin memikirkan istrinya yang saat ini sedang bekerja di Arab Saudi dan sulit dihubungi. Kasihan nasib ke empat anaknya yang masih kecil,” Ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Hairullah, mengatakan dari penyelidikan sementara, korban tewas murni karena gantung diri. Berdasarkan hasil olah TKP dan hasil visum, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan pada tubuh korban.

” untuk dugaan sementara motifnya karena faktor ekonomi,” pungkas Haerullah.

Saat ini korban sudah dimakamkan pada Sabtu pukul 11.00 WIB di TPU Tanjungkarya. Informasi dari tetangganya, istri korban Sadiah, masih belum bisa dihubungi.