“Genk” Motor Bandung Meresahkan, Tembak Ditempat !

28.451 dibaca

BANDUNG – Pangdam perintahkan untuk mengambil tindakan tegas tembak ditempat bagi para pelaku penusukan hingga tewasnya anggota TNI AD Pratu Galang.

Kepala Penerangan Kodam Kapendam III Siliwangi Letkol ARH MD Ariyanto mengatakan,  instruksi Panglima Daerah Militer (Pangdam) untuk menembak ditempat ini untuk melumpuhkan, bukan untuk mematikan para pelaku pembunuh anggota Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Latihan ) Passus (Pasukan Khusus) tersebut.

Advertisement

“Sesuai instruksi panglima, temukan dan tembak di tempat. Namun maksud tembak di tempat ini, bukan untuk mematikan tapi untuk dilumpuhkan,” Kata Ariyanto

Ariyanto lenih lanjut menyatakan, pihak kepolisian sudah memperoleh sketsa wajah pelaku penusukan yang diduga kelompok genk motor ini. Pihak Kodam III siliwangi sendiri ditegaskan Ariyanto, bersifat back up untuk menangkap pelaku hingga tertangkap

“Kami ini sifatnya back up. Tapi polisi sudah membuat sketsa wajah pelaku. Semoga saja pelaku ini segera tertangkap, Untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita lakukan patroli gabungan bersama polisi. Kita kejar terus pelaku ini sampai dapat tanpa ragu-ragu” terangnya.

Pratu Galang menjadi korban penganiaan dan penusukan yang diduga dilakukan oleh kelompok motor di kawasan Jalan Rajawali Bandung pada Minggu (05/06) dini hari lalu. Pratu Galang tewas setelah mendapat perawatan di RS Dustira Cimahi.

Kebrutalan genk motor di Bandung sudah sangat meresahkan warga kota kembang ini. Belum tuntas kasus penusukan yang menimpa Pratu Galang, Sabtu (11/06)  malam lalu terjadi penganiayaan dan penusukan lagi . Lagi-lagi, Penusukan ini yang diduga dilakukan sekelompok genk motor.

Korbannya kali ini adalah Sefthyan Yassika Putra (18), warga Cibogo Atas RT 003/003 Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi. Korban dihadang geng motor sewaktu melintasi Jalan Setiabudi sekira pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban bersama rekan-rekannya  pulang dari kawasan wisata Lembang.

Saat dalam perjalan itu, rombongan korban diikuti lima pengendara motor yang diduga merupakan geng motor. Sesampainya di Jalan Setiabudi, salah seorang pelaku, menusukkan pisau yang mengandung listrik ke perut kiri korban sebanyak satu kali.