BANDUNG, BuanaJabar.com – Google kembali menjadi sorotan netizen. Hal ini karena perusahaan internet yang berbasis di Amerika Serikat itu ‘ Lenyapkan ‘ nama Palestina sebagai sebuah negara di peta digitalnya. Sikap Google ini bisa dilihat dari pencarian di Google Maps. Padahal jelas-jelas di dalam Google Maps sendiri disebutkan bahwa Palestina merupakan sebuah negara di Timur Tengah yang sejak tahun 2012 telah diakui oleh 136 negara anggota PBB.
Banyak pihak mempertanyakan mengapa nama Palestina sendiri ‘ lenyap ‘ dari peta digital Google. Dikhawatirkan ini sebagai upaya penghilangan sejarah. Jika dibiarkan dipastikan generasi yang akan datang tidak akan pernah mengetahui dimana letak negara Palestima sebenarnya
Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Bandung, Prof Dr KH Miftah Faridl menanggapi hal ini. Kata dia bisa saja MUI daerah mengajukan isu ini ke MUI pusat untuk dapat menjadi bahan kajian dan isu yang patut disikapi.
” Kita sebagai negara yang mengakui adanya negara Palestina dan turut memperjuangkan itu sudah sewajarnya menganggap ini sebagai sebuah upaya-upaya ‘ penghilangan ‘ Palestina sebagai sebuah negara. Itu sama dengan pembunuhan, pemiskinan, pembodohan ( yang selama ini dilakukan ) oleh Israel, ” Kata Miftah
Lebih lanjut Miftah menyatakan MUI daerah bisa mengajukan topik ini ke pusat untuk kemudian dijadikan bahan kajian
” Seharusnya jika ini isu internasional, MUI daerah bisa mengajukan ke pusat termasuk saya juga sebagai anggota majelis pertimbangan MUI pusat untuk dijadikan bahan kajian. Karena tidak semua mengikuti isu, padahal isu ini perlu disoroti secara serius, ” Ujarnya
Gelombang protes dari penjuru dunia terus mengalir. Bahkan sudah publish sebuah petisi berjudul Google: Put Palestine On Your Maps!’ di situs change.org. Zak Martin adalah pencetus petisi online ini. Hingga sekarang petisi tersebut sudah mengumpulkan hampir 130.000 an dukungan .
Dalam petisi itu tercantum “Negara Palestina tidak muncul di Google Maps. Kenapa demikian? Israel yang didirikan di tanah Palestina jelas-jelas diakui (oleh Google ). Tetap tidak demikian dengan Palestina. Menurut Google, Palestina tidak ada. Ini adalah penghinaan menyedihkan bagi rakyat Palestina dan merusak upaya jutaan orang yang terlibat dalam kampanye untuk mengamankan kemerdekaan dan kebebasan Palestina dari pendudukan serta penindasan Israel. Ini isu penting, terlebih Google Maps saat ini menjadi rujukan bagi orang-orang di seluruh dunia, mulai dari wartawan, pelajar dan lainnya yang tengah melakukan penelitian terkait situasi Israel-Palestina. Dan entah disengaja atau tidak, Google telah membuat diri mereka terlibat dalam upaya pembersihan etnis Palestina oleh pemerintah Israel,” petik Petisi itu










