Ini Cerita 3 Bos Cipaganti yang Sudah Vonis Tertimpa Sidang

22.552 dibaca
Tiga orang bos Cipaganti yakni Andianto Setiabudi, Julia Sri Redjeki, dan Yulinda Tjendrawati Setiawan yang sudah divonis dalam perkara tindak pidana perbankan penipuan disidangkan kembali karena diduga telah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari uang hasil penipuan dan penggelapan dana nasabah koperasi Cipaganti.

BUANAINDONESIA.CO.ID, Bandung – Tiga orang bos Cipaganti yakni Andianto Setiabudi, Julia Sri Redjeki, dan Yulinda Tjendrawati Setiawan yang sudah divonis dalam perkara tindak pidana perbankan penipuan disidangkan kembali karena diduga telah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari uang hasil penipuan dan penggelapan dana nasabah koperasi Cipaganti.

Ketiga terdakwa pun terancam hukuman 20 tahun penjara karena perbuatannya. Jaksa Penuntut Umum (KPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Suharja, mendakwa ketiganya dengan dakwaan kumulatif yaitu dakwaan primer pasal 3 ayat (1) huruf b UU RI no 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Hal tersebut terungkap dalam sidang kasus tersebut yang digelar di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu 7 Maret 2018. Sidang yang dipimpin hakim Marolop Simamora beragendakan pembacaan dakwaan.

Menurut Suharja, kasus tersebut bermula saat para terdakwa melakukan penipuan dan penggelapan dana nasabah. Untuk menutupi aksi jahatnya itu, terdakwa melakukan pencucian uang dengan mentransfer ke berbagai rekening agar tidak ketahuan. Total uang yang hasil TPPU itu sebesar Rp 318 miliar.

“Bahwa perbuatan para terdakwa dalam menempatkan harta kekayaan hasil tindak pidana perbankan dan penipuan ke dalam rekening dengan keseluruhan Rp 319 miliar, adalah perbuatan memecah belah harta kekayaan hasil tindak pidana,” jelasnya.

Upaya itu, kata Suharja, semata-mata untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta hasil kejahatan. Dan para terdakwa sendiri tidak bisa membuktikan bahwa harta tersebut merupakan hasil dari usaha yang sah. “Sehingga itu merupakan tindakan pidana pencucian uang,” katanya.

Atas dakwaan tersebut, dua terdakwa yakni Julia Sri Redjeki, dan Yulinda Tjendrawati Setiawan menerima. Sementara, Andianto Setiabudi menyatakan keberatan dan akan melakukan eksepsi.

Dalam perkara tersebut sebelumnya, Pengadilan Negeri Bandung telah memvonis ketiganya dengan pidana penjara dalam kasus perbankan dan penipuan dana nasabah koperasi Cipaganti masing-masing Andianto Setiabudi dihukum 18 tahun penjara dan denda Rp 150 miliar, Julia Sri Redjeki dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar, dan Yulinda Tjendrawati Setiawan dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.

Bahkan, di tingkat Pengadilan Tinggi Jawa Barat, hukuman menjadi bertambah. Ketiganya mendapatkan hukuman sama yaitu 15 tahun. Persidangan ditunda hingga pekan depan dengan agenda eskespsi.