

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – KPUD Kota Bandung belum dapat memastikan berapa besaran dana sosialisasi pilwalkot Bandung 2018. KPUD Kota Bandung berupaya agar publik Bandung tak hanya mengetahui informasi soal Pilwakot, tapi kelak dapat menggunakan hak pilihnya.
“Kita kan punya agenda untuk pilwakot ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih karenakan kecendrungan partisipasi pemilih di Pilkada itu menurun termasuk di Kota Bandung. 2013 itu hanya 60% kemudian kemaren 2015 Surabaya hanya 50%, kota Bandung juga khawatirnya menurun apalagi proses pelaksanaan pilwakot bersamaan dengan menyambut bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Lebaran,” Kata Ketua KPUD Bandung Rifqi Ali mubarok, Senin, 26 Maret 2018.
Rifqi mengaku, KPUD berupaya agar dapat membuat Pilwakot ini menjadi milik bersama, sehingga pesta demokrasi atau Pilwakot ini bukan hanya hajat penyelenggara, peserta, atau pihak-pihak yang punya kepentingan terhadap proses Pilwakot ini, akan tetapi masyarakat juga mesti terlibat. Berbagai upya dilakukan, termasuk memviralkan tagline “atuh euy” kalo diterjemahkan dalam bahasa Indonesia , mengingat.
“Jadi mengatakan seseorang terhadap sesuatu atau mengajak. Kemudian dengan tagline itu kita sampaikan pesan pengingat itu ke masyarakat, sehingga jika orang telah mengingat tagline itu diharapkan warga mengingat pilwakot. Jadi inget atuh euy, inget Pilwakot,” tambah Rifqi.
Sosialisasi juga dilakukan di media sosial khusus pilwakot (ig, fb, twitter) yang terus menyampaikan informasi @pilwakotbdg2018. Nah ini juga untuk mengetahui sejauh mana respon masyarakat terhadap Pilwakot, kita hisa lihat responnya seperti apa, maka kemudian kita biki hashtag atuheuy. Misalnya kemaren debat AtuhelEuyDebat #AtuhelEuyNyoblos dan seterusnya.
“Selain sosialisasi dengan tagline kita ada media sosialisasi yang lain, media sosialisasi ini bagian dari pendidikan Politik misalkan both games dan modul untuk pendidikan pemilih,” pungkap Rifqi.
Ditanya soal besaran anggaran sosialiasi, Rifqi menjelaskan dirinya belum mengetahui secara pasti rencana pos anggaran sosialisasi. Rifqi juga memaparkan terkait itu belum dapat dipastikan besaran anggarannya.
“Dikarenakan rencana anggaran yang masih dapat berubah,” kata dia.
Rifky juga memastikan untuk kegiatan sosialisasi yang menggunakan jasa Event Organizer, pihaknya akan melakukan penunjukan langsung
“Tidak ada lelang karena dibawah 200 juta,” jelasnya.











