Lagi – Lagi Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Baby Lobster Ilegal

10.401 dibaca
Dir Reskrimsus memperliharkan barang bukti jual beli ilegal Benur kepada awak media di Mapolda Jabar , Senin 19 Maret 2018 (BUANA INDONESIA NETWORK/fajrin)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Kepolisian Jawa Barat kembali ungkap dugaan tindak pidana di bidang perikanan yang terjadi di Kabupaten Cianjur. Ini kesekian kalinya Polisi mengungkap jual beli Baby Lobster ilegal. Hal ini terungkap saat konfrensi pers Polda Jabar,  Senin, 19 Maret 2018.

Advertisement

Kasus ini berawal pada 17 Maret 2017. Saat itu petugas Unit II Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jabar yang dipimpin oleh P.S. Kanit II AKP Hendrawan A. Nugraha, SiK bersama dengan lima orang lainya telah melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap sebuah rumah Yang berlokasi di Kampung Kertajati, desa Kertajati Kecamatan Cidaun Kabupaten Bandung. Didalam rumah tersebut petugas dari kepolisian Jawa Barat menemukan kegiatan pengepulan benur (Baby Lobster) yang diduga dilakukan oleh pelaku yang berinisial R (49) dan ditemukan sejumlah barang bukti kurang lebih 15.000 ekor yang terdiri dari Benur jenis Mutiara dan Pasir.

Dalam kegiatan ilegalnya ini, pelaku membeli benur (Baby Lobster) dari nelayan yang berada di wilayah Cidaun dengan harga Rp. 12.000 perekor untuk jenis pasir, dan Rp 40.000 sampai 45.000, per Ekor untuk jenis mutiara. Benur tersebut kemudian dijual dengan harga Rp. 13.000, per ekor untuk jenis pasir dan Rp. 51.000,- sampai Rp. 54.000, per ekor untuk jenis Mutiara.

Pelaku juga telah mengakui bahwa kegiatan usaha tersebut dilakukannya sekitar 3 bulan dimana juga sebelumnya kegiatan tersebut dilakukan di Hutan Cagar Alam di Daerah Pelabuhan Jayanti, dan baru berpindah ke sebuah rumah di Kertajati Kabupaten Cianjur.

“Awalnya saya nelayan biasa dan melakukan kegiatan ini baru 3 bulan, namun melihat bisnis ini menggiurkan karena harganya (tinggi) dan dicarinya juga gampang”, Ujar pelaku yang berinisal R (49) tersebut.

Dari informasi yang didapat dari kepolisian, pelaku berjumlah 1 orang dan juga sedang dilakukan pengembangan dan pendalaman.

Hal ini disampaikan oleh Dir Reskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol. Samudi.

” Jumlah tersangka 1 dan dari tersangka akan kita kembangkan karena masih banyak tidak hanya cianjur yang menjadi sasaran oleh pemodal. Ini termasuk pengepul kecil, kita masih telusuri jaringanya kemana”, ujarnya.

Terkait dengan pemodal dari bisnis jual-beli Benur ini, Polisi menjadikannya target utama. Hal ini dikarenakan kebanyakan pemodal berada diluar Jawa Barat dan melakukan komunikasi melalui handphone yang kemudian sedikit sulit ditemukan.

Sementara itu, bisnis ilegal ini sangat merugikan negara karena termasuk sumber daya alam yang besar dimana Benur (Baby Lobster) merupakan hewan yang harus dibudidayakan.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan (BKIPM) Bandung, Dedy Arief mengatakan, target pihaknya adalah menyelamatkan budidaya ikan di Indonesia.

“Ini kalau dilakukan kegiatan ini (jual-beli ilegal benur) akan habis sumber daya alam kita”. pungkasnya.

Akibat dari tindakan tersebut pelaku dikenakan UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan, dengan hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).